Dinkes Kota Serang Ingatkan Warga Waspadai Hantavirus
- 03 Jun 2026 10:51 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Serang - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Serang mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran penyakit hantavirus. Penyakit ini ditularkan melalui paparan urine, kotoran, maupun air liur tikus yang terinfeksi. Meski hingga kini belum ditemukan kasus di Kota Serang, upaya pencegahan dinilai penting untuk menghindari potensi penyebaran penyakit tersebut.
Ketua Tim Surveilans Imunisasi Krisis Kesehatan Haji dan Lingkungan Dinas Kesehatan Kota Serang, Herawati mengatakan, hantavirus dapat menginfeksi manusia melalui partikel udara yang tercemar kotoran tikus maupun kontak langsung dengan material yang terkontaminasi.
Menurutnya, infeksi hantavirus dapat menimbulkan berbagai gejala awal seperti demam, mual, muntah, nyeri otot, lemas, hingga nyeri perut. Pada kondisi yang lebih berat, penyakit ini dapat menyebabkan gangguan pernapasan dan gangguan ginjal.
“Apabila terkontaminasi kotoran tikus, air liur atau gigitan tikus, itu bisa mengakibatkan hantavirus. Pada manusia dapat menyebabkan gangguan paru-paru maupun gangguan ginjal,” katanya saat berbincang bersama programa 1 RRI Banten, Rabu, 3 Juni 2026.
Herawati menjelaskan kelompok yang memiliki risiko lebih tinggi terpapar hantavirus antara lain petugas kebersihan, petani, pekerja gudang, serta masyarakat yang tinggal di lingkungan dengan populasi tikus yang tinggi. Karena itu, kebersihan lingkungan menjadi faktor penting dalam pencegahan penyakit tersebut.
| Baca juga: Warga Lebak Diminta Waspadai Virus Nipah |
Ia menambahkan, masyarakat perlu menutup akses masuk tikus ke rumah, membuang sampah secara teratur, menyimpan makanan dalam wadah tertutup, serta menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dalam kehidupan sehari-hari. Dinas Kesehatan Kota Serang memastikan hingga saat ini belum terdapat laporan kasus hantavirus di wilayahnya.
“Kami imbau kepada masyarakat untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala yang menetap selama beberapa hari, terutama jika disertai demam tinggi dan gangguan pernapasan,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....