Puluhan Penderita Katarak di Cilegon akan Dioperasi

  • 10 Mei 2026 15:06 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Cilegon - Sebanyak 80 penderita katarak di Kota Cilegon, akan Operasi katarak gratis yang dilakukan berkat kerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Cilegon dan Rumah Sakit Umum Daerah atau RSUD Cilegon. Namun demikian, sebelum dilakukan operasi tersebut. Penderita katarak akan menjalani skrining di RSUD Kota Cilegon.

Dandim 0623 Cilegon Letkol Inf Imam Buchori mengatakan, dalam rangkaian kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa atau TMMD ke 128 Kodim 0623 Cilegon bersinergi dengan Baznas Cilegon, RSUD Cilegon dan Klinik Saruni mengadakan skrining sebelum operasi katarak. “Kita sedang proses skrining diikuti 80 orang pasien dari seluruh Kota Cilegon,” kata Letkol Imam Sabtu, 9 Mei 2026 kemarin.

Kegiatan operasi katarak, kata Imam, nantinya diharapkan bisa memulihkan Kesehatan mata warga Kota Cilegon. “Dengan operasi katarak gratis ini, mudah-mudahan warga penderita katarak bisa beraktivitas kembali. Bahkan ada yang masih muda tapi katarak akut, ini pasti akan berdampak pada ekonomi, kalau ini berhasil pasti kesejahteraan masyarakat akan berhasil,” ujarnya.

Pelaksanaan operasi katarak, lanjutnya, akan dilakukan di RSUD Cilegon dan Klinik Saruni. “Setelah skrining nanti akan kita laksanakan operasinya,” katanya.

Ketua Baznas Cilegon Ali Fajri mengatakan, Baznas Cilegon mendukung operasi katarak yang juga didukung Kodim 0623 Cilegon, RSUD Cilegon dan Klinik Saruni. “Kami dari Baznas mendukung dari sisi pendanaan. Kalau 50 orang, kalau satu orang 2,5 juta, berarti kita support 125 juta,” ujarnya.

Ia mengapresiasi Kodim 0623 Cilegon dan RSUD Cilegon dalam operasi katarak ini. “Ini juga dana yang terkumpul dari zakat Pemda, rumah sakit dan dari Kodim juga. Kita doakan semoga para muzaki sehat-sehat semua,” ucapnya.

Sementara itu, Direktur RSUD Cilegon Ratu Robiatul Alawiyah mengatakan, saat skrining nanti hasilnya katarak atau bukan dan patut dioperasi atau tidak. “Kalau patut dioperasi nanti dioperasi tanggal 23 Mei 2026,” ujarnya.

Menurutnya, skrining dilakukan sebagai upaya memastikan apakah pasien layak dioperasi atau tidak. “Skrining ini untuk memastikan layak atau tidaknya dioperasi,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....