Peran Penting Dokter Keluarga Beri Pendampingan Pasien Kronis

  • 08 Mei 2026 13:20 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Serang - Peran dokter keluarga dinilai semakin penting dalam mendampingi pasien dengan penyakit kronis dan menular di Kota Serang. Pendekatan layanan yang dilakukan tidak hanya berfokus pada pemberian obat, tetapi juga memperhatikan kondisi keluarga dan lingkungan pasien secara menyeluruh.

Dokter Spesialis Kedokteran Keluarga Layanan Primer RS Jannah, Sukma Agung Purbowo menjelaskan, dokter keluarga memiliki pendekatan diagnosis holistik dan pengobatan komprehensif. Sasaran layanan tidak hanya pasien, tetapi juga keluarga serta lingkungan komunitas pasien agar penanganan penyakit lebih tepat dan komplikasi dapat dideteksi lebih dini.

“Dokter keluarga itu sifatnya lebih jangka panjang. Jadi pasien bukan hanya datang untuk didiagnosis dan diberikan obat. Terdapat perubahan perilaku, intervensi lingkungan dan dukungan keluarga agar target pengobatan tercapai,” ujarnya dalam program Indonesia Cerdas, Jumat, 8 Mei 2026.

Menurutnya, layanan dokter keluarga saat ini lebih difokuskan pada penyakit kronis seperti hipertensi, diabetes melitus, hiperkolesterolemia, obesitas, hingga penyakit menular kronis seperti tuberkulosis dan lepra. Selain itu, dokter keluarga juga menangani penyakit akut yang berulang karena dipengaruhi faktor perilaku maupun lingkungan.

Ia mencontohkan kasus diare berulang yang tidak cukup ditangani hanya dengan obat. Dalam kondisi tersebut, dokter keluarga akan menelusuri pola hidup pasien, kondisi sanitasi lingkungan hingga kebiasaan keluarga yang dapat memicu penyakit terus muncul.

“Kalau minggu ini diare, minggu depan diare lagi, berarti ada sesuatu terkait perilaku atau lingkungan yang bermasalah. Di situ dokter keluarga berperan,” ujarnya.

Ia menambahkan layanan dokter keluarga di Kota Serang masih terbatas karena jumlah tenaga dokter keluarga yang sedikit. Namun, ia berharap masyarakat mulai memanfaatkan layanan tersebut terutama untuk penyakit yang membutuhkan pendampingan jangka panjang agar kualitas hidup pasien dapat meningkat dan risiko komplikasi bisa ditekan lebih awal.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....