Lebak Kendalikan Jumlah Penduduk Melalui Program Vasektomi

  • 02 Apr 2026 15:50 WIB
  •  Banten
Poin Utama
  • Pemerintah Kabupaten mengajak kaum pria untuk berpartisipasi dalam program Metode Operasi Pria (MOP) atau vasektomi sebagai upaya pengendalian jumlah penduduk
  • Program ini dinilai penting dalam mendukung kesejahteraan keluarga melalui pendekatan Keluarga Berencana (KB) yang lebih merata
  • Pemkab Lebak bekerja sama dengan Klinik Anggara Rangkasbitung untuk menyediakan layanan vasektomi
  • vasektomi merupakan prosedur kontrasepsi yang aman dan tidak memengaruhi fungsi seksual pria.

RRI.CO.ID, Lebak - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak mengajak kaum pria untuk berpartisipasi dalam program Metode Operasi Pria (MOP) atau vasektomi sebagai upaya pengendalian jumlah penduduk dan penurunan angka kematian ibu.

Program ini dinilai penting dalam mendukung kesejahteraan keluarga melalui pendekatan Keluarga Berencana (KB) yang lebih merata antara laki-laki dan perempuan.

Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan KB DP2KBP3A Lebak, Tuti Nurasiah mengatakan, partisipasi pria dalam program KB masih tergolong rendah. “Program MOP atau vasektomi itu untuk mendukung kesejahteraan Keluarga Berencana,” ujar Tuti di Rangkasbitung, Kamis, 2 April 2026.

Ia menjelaskan, capaian peserta MOP di Kabupaten Lebak masih minim, bahkan mengalami penurunan dari 60 orang pada 2024 menjadi 38 orang pada 2025. Menurutnya, rendahnya partisipasi tersebut dipengaruhi oleh faktor budaya masyarakat yang masih menganggap program KB sebagai tanggung jawab perempuan.

“Banyak pria masih merasa takut untuk menjalani vasektomi dan sosialisasi kepada kaum laki-laki juga belum optimal,” katanya.

Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah daerah kini gencar melakukan sosialisasi kepada kaum pria agar lebih memahami pentingnya peran mereka dalam perencanaan keluarga. “Kami berharap melalui sosialisasi ini, kaum laki-laki terdorong menjadi peserta KB Pria dan paradigma bahwa KB hanya untuk perempuan bisa berubah,” katanya.

Ia juga mengapresiasi terbentuknya kelompok KB Pria Siliwangi sebagai langkah awal dalam meningkatkan kesadaran masyarakat. Ke depan, pemerintah daerah menargetkan pembentukan kelompok serupa di seluruh desa dan kelurahan di Kabupaten Lebak. Dalam pelaksanaannya, Pemkab Lebak bekerja sama dengan Klinik Anggara Rangkasbitung untuk menyediakan layanan vasektomi secara gratis bagi masyarakat.

Program ini banyak diikuti pria atas pertimbangan kondisi kesehatan istri yang tidak memungkinkan menjadi akseptor KB. “Program KB Pria ini diharapkan dapat mengendalikan penduduk sekaligus menurunkan kasus kematian ibu,” ujar Tuti.

Ia menegaskan vasektomi merupakan prosedur kontrasepsi yang aman dan tidak memengaruhi fungsi seksual pria. “Vasektomi hanya memutus saluran sperma, tidak mengganggu fungsi seksual maupun keharmonisan rumah tangga,” katanya.

Selain itu, prosedur ini tergolong operasi kecil tanpa penggunaan pisau, sehingga relatif minim risiko bagi peserta. Pemerintah berharap program ini dapat meningkatkan partisipasi pria dalam Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP). “Kami meyakini program KB Pria ini dapat berjalan sukses untuk mewujudkan keluarga sejahtera,” ucap Tuti.

Seorang warga Rangkasbitung, Nana mengaku, mengikuti program vasektomi demi kesehatan istrinya. Ia menyebut keputusan tersebut diambil setelah istrinya sering mengalami sakit dan tidak memungkinkan kembali menggunakan KB.

“Saya kasihan melihat istri sering sakit, jadi saya ikhlas ikut program MOP agar tidak menambah jumlah anak,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....