Kasus Suspect Campak di Lebak Meningkat Tajam
- 30 Mar 2026 16:33 WIB
- Banten
Poin Utama
- Kasus suspect campak meningkat di Lebakpenderita
- Dinas Kesehatan Lebak terus mengoptimalkan berbagai upaya pencegahan
- Suspect campak di Lebak capai 321
RRI.CO.ID, Lebak - Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak melaporkan adanya peningkatan jumlah pasien yang diduga terjangkit campak hingga akhir Maret 2026. Berdasarkan data terbaru per 30 Maret 2026, tercatat sebanyak 321 orang masuk dalam kategori suspect campak.
Jumlah tersebut tersebar di berbagai fasilitas layanan kesehatan, meliputi 5 rumah sakit dan 43 puskesmas di wilayah Kabupaten Lebak. Penyebaran kasus ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Meski jumlahnya cukup tinggi, seluruh pasien tersebut belum dapat dipastikan positif campak.
Hal ini dikarenakan mereka masih harus menjalani uji laboratorium untuk memastikan diagnosis secara medis. Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan (Yankes) Dinas Kesehatan Lebak, Firman Rahmatullah, di Rangkasbitung menyampaikan, pihaknya telah mengambil langkah cepat dalam menangani kondisi ini.
“Kami sudah mengirimkan surat ke Kementerian Kesehatan untuk meminta bantuan alat uji laboratorium campak agar proses diagnosis bisa dilakukan lebih cepat dan akurat,” ujar Firman, Senin, 30 Maret 2026.
Ia menjelaskan peningkatan jumlah suspect campak ini cukup signifikan dibandingkan data sebelumnya. Sebelum bulan Maret, jumlah penderita hanya tercatat sebanyak 256 orang. Selain itu, jika dibandingkan dengan tahun 2025, angka saat ini juga mengalami kenaikan.
Pada tahun lalu, jumlah kasus suspect campak di Lebak hanya mencapai 269 orang.
“Kenaikan ini tentu menjadi perhatian kami, sehingga diperlukan langkah penanganan yang lebih intensif dan menyeluruh,” katanya.
Untuk menekan angka kasus, Dinas Kesehatan Lebak terus mengoptimalkan berbagai upaya pencegahan melalui layanan kesehatan yang tersedia. Upaya tersebut tidak hanya dilakukan di fasilitas kesehatan, tetapi juga melalui kegiatan sosialisasi yang digencarkan oleh puskesmas kepada masyarakat.
Selain sosialisasi, tenaga kesehatan juga turun langsung ke lapangan untuk memberikan pelayanan kesehatan dasar kepada masyarakat, terutama di wilayah yang terindikasi memiliki kasus lebih tinggi. “Kami terus meningkatkan pelayanan kesehatan tingkat dasar melalui puskesmas agar penanganan bisa lebih cepat dan menjangkau masyarakat secara luas,” ucap Firman.
Pihaknya juga mengimbau masyarakat untuk turut berperan aktif dalam mencegah penyebaran penyakit campak dengan menjaga kondisi kesehatan tubuh. Masyarakat diharapkan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat serta menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah guna meminimalisir risiko penularan virus.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....