Ratusan Tenaga Medis Pandeglang Siaga 24 Jam

  • 15 Mar 2026 13:45 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Pandeglang - Sebanyak 650 tenaga kesehatan di Kabupaten Pandeglang dikerahkan untuk menjaga seluruh puskesmas yang kini dialihfungsikan menjadi posko kesehatan arus mudik dan balik Lebaran 2026. Ratusan personel ini terdiri dari dokter, perawat, tenaga apoteker, hingga sopir ambulans yang akan bertugas dalam sistem piket selama masa libur nasional. Langkah ini diambil Dinas Kesehatan (Dinkes) Pandeglang untuk menjamin akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat tetap terbuka penuh, baik di jalur arteri maupun di wilayah pelosok.

Kepala Dinkes Kabupaten Pandeglang, Eniyati menegaskan seluruh puskesmas yang berada di jalur utama atau arteri wajib membuka layanan jaga selama 24 jam penuh. Sementara puskesmas yang berada di luar jalur utama tetap dalam status siaga 24 jam untuk melayani kebutuhan mendesak warga setempat maupun pemudik. Menurutnya distribusi tenaga kesehatan pun telah diatur sedemikian rupa agar kualitas pelayanan medis tidak menurun di tengah peningkatan beban kerja selama ramadan maupun lebaran.

"Personel tenaga kesehatan yang kami siapkan kurang lebih 650 orang terdiri dari dokter, perawat, apoteker, dan supir ambulans. Puskesmas di jalur arteri kita jadikan posko jaga 24 jam, sedangkan yang di pelosok menjadi puskesmas siaga 24 jam," kata Eniyati, Minggu 15 Maret 2026.

Dinas Kesehatan juga mengoperasionalkan 36 unit ambulans dari seluruh puskesmas ditambah dua unit ambulans dari Public Safety Center. Seluruh armada ini dikatakan Eniyati dalam kondisi siap pakai untuk menjemput atau mengantar pasien dalam kondisi darurat di wilayah Pandeglang. Kesiapsiagaan personel dan fasilitas pendukung ini menjadi komitmen Dinkes dalam mengawal kelancaran tradisi mudik masyarakat tahun ini.

Eniyati mengatakan pengerahan tenaga medis dalam jumlah besar ini merupakan hasil rapat persiapan matang bersama tim internal dinas kesehatan dan seluruh pelaksana layanan kesehatan. Menurutnya kesiagaan para tenaga medis ini bertujuan agar tidak ada satu pun laporan warga yang tidak tertangani akibat keterbatasan personel di puskesmas maupun posko lapangan.

"Ambulans yang kami operasionalkan sebanyak 36 unit dari setiap puskesmas dan dua ambulans dari PSC 119 yang semuanya siap memberikan pelayanan. Kami sudah melakukan rapat persiapan baik offline maupun daring dengan seluruh tim pelaksana pelayanan kesehatan," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....