Deteksi Kebutaan sejak Bayi, Ini Penjelasannya

  • 23 Feb 2026 14:51 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Serang – Tahukan anda gangguan penglihatan hingga kebutaan pada anak dapat dideteksi sejak usia bayi. Hal tersebut disampaikan oleh Dokter Spesialis Mata Rumah Sakit Mata Ahmad Wardi, Seia Mahanani.

Ia mengatakan tanda awal gangguan penglihatan sudah bisa diamati sejak bayi baru lahir melalui respons terhadap cahaya. Seia menyebutkan, pada bayi usia 0 hingga 2 bulan, orang tua dapat melakukan deteksi awal dengan melihat refleks cahaya.

“Jika mata bayi disinari dan tidak mengedip, orang tua perlu waspada dan segera memeriksakan anak ke dokter mata,” ujarnya saat dihubungi RRI, Senin, 23 Februari 2026.

Ia menambahkan, pada usia 3 hingga 6 bulan, bayi seharusnya sudah mampu mengikuti pergerakan benda berwarna cerah dengan matanya. Sementara pada usia di atas 6 bulan hingga 2 tahun, anak umumnya sudah bisa meraih benda di sekitarnya.

Jika tahapan tersebut tidak tercapai, kondisi itu bisa menjadi indikasi adanya gangguan penglihatan serius. Menurut Seia, bayi dengan risiko tinggi seperti lahir prematur, berat badan lahir rendah, mengalami komplikasi persalinan, atau mendapatkan terapi oksigen dalam waktu lama, wajib menjalani pemeriksaan mata minimal satu kali sejak dini.

Ia menegaskan, orang tua tidak dianjurkan melakukan diagnosis sendiri tanpa pemeriksaan medis. “Deteksi dan penanganan sejak dini sangat penting untuk mencegah gangguan penglihatan permanen, termasuk kebutaan,” ujarnya.

Ia mengimbau orang tua segera berkonsultasi ke dokter spesialis mata apabila menemukan tanda-tanda tidak normal pada penglihatan anak, agar tumbuh kembang anak tetap optimal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....