Tanpa Intervensi Sensitif, Stunting di Pandeglang Sulit Dientaskan
- 31 Mar 2023 16:37 WIB
- Banten
KBRN, Pandeglang: Kabupaten Pandeglang menjadi daerah dengan prevalensi balita stunting tertinggi di Provinsi Banten. Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022, angka stunting di Pandeglang mencapai 29,4 persen.
Namun, angka tersebut menurun 8,4 poin dari hasil SSGI pada tahun sebelumnya yang sebesar 37,8 persen. Kini tercatat ada sekitar 3.500 anak di Pandeglang mengalami stunting.
Baca juga:
Angka Stunting Provinsi Banten Diklaim Turun 4,5 Persen
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat pada Dinas Kesehatan Pandeglang, Encep Hermawan mengatakan, penurunan itu dinilai sebagai kemajuan pesat.
“Soalnya kemampuan rata-rata kabupaten kota, hanya bisa menurunkan prevalensi stunting diangka 3 persen. Tetapi kita 8 persen, jadi ini sangat luar biasa,” katanya kepada RRI, Jumat (31/3/2023).
Namun begitu, dia menyadari masalah stunting masih diperlukan perhatian dan penanganan lebih. Maka dari itu Encep mengatakan, ada dua penanganan yang terus digencarkan oleh Pemkab Pandeglang, yaitu intervensi spesifik seperti pendampingan 1.000 hari pertama kehidupan dan intervensi sensitif melalui kolaborasi dengan setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Baca juga:
Tekan Stunting, Dinkes Canangkan Aksi Bergizi di SMAN 6 Pandeglang
“Sebanyak apapun kegiatan yang dilakukan dinkes, hanya bisa menurunkan 30 persen. Sisanya adalah tanggung jawab OPD yang terkait, terutama berkaitan dengan sanitasi, lingkungan, pengendatasan ekonomi, ketersediaan pangan, dan pola asuh anak,” ucapnya.
Selain itu, pengentasan stunting juga harus dilakukan dari hulu. Meski tidak bisa menghilangkan, namun setidaknya dapat ditekan seminimal mungkin.
“Penanganan stunting harus dilakukan secara pentahelix, tidak cukup hanya Dinkes semata. Harus ada unsur keterlibatan pemerintah, dunia usaha, akademisi, bahkan media,” ujar Encep.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....