HIV/AIDS di Lebak Naik, Mayoritas Usia Produktif
- 17 Nov 2025 20:49 WIB
- Banten
KBRN, Lebak: Sebanyak 21 dari 808 penderita HIV/AIDS di Kabupaten Lebak, dilaporkan meninggal dunia hingga Oktober 2025. Pemerintah daerah mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan karena penyebaran virus mematikan tersebut terus mengalami peningkatan.
Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Balitbangda Lebak, Paryono, mengatakan tingginya angka tersebut menunjukkan bahwa HIV/AIDS masih menjadi ancaman serius bagi masyarakat. “Penyebaran HIV/AIDS ini ibarat fenomena gunung es. Banyak kasus tidak terlihat karena mereka belum diperiksa, sehingga sebenarnya jumlahnya bisa lebih besar,” ujarnya di Rangkasbitung, senin (17/11/2025).
Menurutnya, dari total 808 kasus yang tercatat sejak 2019, sebanyak 116 kasus ditemukan sepanjang tahun 2025. “Sebagian besar penderita adalah usia produktif. Ini harus menjadi perhatian serius karena berkaitan dengan masa depan keluarga dan kualitas SDM daerah,” kata Paryono menambahkan.
Paryono menjelaskan, banyak penderita baru terdeteksi setelah pemeriksaan di RSUD Adjidarmo Rangkasbitung, sementara sebagian lainnya enggan melakukan tes meski berisiko tinggi. Hal itu, menurutnya, membuat upaya pencegahan tidak maksimal.
Ia mengatakan pola penyebaran HIV/AIDS di Lebak sebagian besar disebabkan oleh jarum suntik bekas narkoba, hubungan seks berganti pasangan, transfusi darah terinfeksi, dan penularan dari ibu ke bayi. “Kita perlu memperkuat edukasi kepada masyarakat untuk menjauhi perilaku berisiko dan lebih sadar akan pentingnya pemeriksaan kesehatan,” ucapnya.
Pemerintah Kabupaten Lebak bersama tim penanggulangan penyakit menular menargetkan daerah ini dapat terbebas dari penyakit mematikan tersebut. Upaya kampanye dilakukan secara berkelanjutan melalui sekolah, kampus, dan komunitas masyarakat.
Paryono juga menekankan pentingnya peran keluarga. “Kami minta orangtua mengawasi pergaulan anak-anaknya. Jangan sampai mereka terjerat pergaulan bebas atau narkoba yang menjadi pintu utama penularan HIV/AIDS,” ucapnya.
Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Lebak, Firman Rahmatullah, menyatakan peningkatan kasus terjadi hampir setiap tahun. “Kasus HIV/AIDS terus bertambah dari tahun ke tahun. Karena itu, pencegahan harus diperkuat sejak dini dan dilakukan secara masif,” katanya.
Firman mengatakan Dinkes Lebak telah mengintensifkan penyuluhan di sekolah, kampung-kampung, dan tempat umum. “Kami fokus pada edukasi tentang narkoba dan seks bebas, karena dua faktor ini masih menjadi penyebab dominan penularan HIV/AIDS di Lebak,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya deteksi dini. “Semakin cepat seseorang mengetahui status kesehatannya, semakin cepat pula bisa ditangani dan semakin kecil risiko menularkan kepada orang lain,” ujar Firman.
Dinkes Lebak, lanjut Firman, juga mendorong masyarakat untuk tidak takut melakukan tes HIV. Menurutnya, stigma menjadi penghalang terbesar. “Kami ingin masyarakat memahami bahwa memeriksakan diri bukan hal memalukan. Justru itu langkah bertanggung jawab untuk menjaga diri dan orang lain,” katanya.
Pemerintah daerah berharap seluruh elemen masyarakat dapat terlibat aktif dalam mencegah penyebaran HIV/AIDS. Melalui berbagai program edukasi dan pengawasan pergaulan remaja, diharapkan angka kasus dapat ditekan secara signifikan pada tahun-tahun mendatang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....