Risiko Blender dan Bubur Instan Terhadap Kualitas Gizi
- 17 Nov 2025 09:35 WIB
- Banten
KBRN, Serang: Metode pengolahan Makanan Pendamping ASI (MPASI) dinilai berpengaruh besar terhadap kualitas gizi yang diterima bayi. Penggunaan blender dan produk instan dianggap menjadi salah satu penyebab turunnya kualitas nutrisi dalam MPASI.
Nutritionist Ahli Muda Dinas Kesehatan Kota Serang, Irawati menjelaskan, proses blender membuat struktur dan nilai gizi makanan mengalami banyak penurunan. “Blender butuh air banyak. Volumenya jadi besar, tapi gizi rusak. Panas dari mesin ikut merusak zat gizi makanan bayi,” ujarny Senin (17/11/2025).
Baca juga: ASI Eksklusif bagi Bayi Dapat Cegah Kasus Stunting
Ia menegaskan makanan saring lebih ideal disiapkan dengan saringan kawat karena teksturnya sesuai kebutuhan bayi tanpa mencairkan kandungan nutrisinya.
Selain cara pengolahan, Irawati juga menyoroti kebiasaan orang tua yang mengandalkan MPASI instan. Produk instan masuk kategori Ultra Processed Food (UPF) yang cenderung tinggi gula, garam, dan lemak. “UPF membuat bayi terbiasa rasa kuat dan manis. Padahal bayi lebih baik mengenal rasa asli bahan makanan. Pangan lokal jauh lebih aman dan tidak menambah biaya,” katanya.
Ia menilai kebiasaan menggunakan blender dan MPASI instan sering berujung pada masalah makan, termasuk Gerakan Tutup Mulut (GTM). Anak menjadi terbiasa tekstur yang terlalu halus dan rasa yang tidak alami. “Kalau dari awal terbiasa makanan encer, anak sulit naik tekstur. Bahkan bisa menolak makanan keluarga,” kata dia.
Baca juga: Irna Beberkan Pentingnya ASI Bagi Bayi
Untuk mengatasi hal itu, ia mendorong penggunaan bahan segar dari masakan keluarga. “Ambil sayur sop, ayam, atau tahu sebelum diberi bumbu berlebih. Saring, bukan diblender. Ini jauh lebih sehat dan lebih hemat,” ucapnya
Irawati menambahkan, adaptasi anak terhadap tekstur tidak selalu langsung terjadi, tetapi konsistensi orang tua akan menentukan keberhasilan. “Tidak cukup sekali dua kali. Pengenalan makanan perlu diulang. Besok anak bisa mencoba lagi,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....