Dokter Ingatkan Bahaya Rokok Picu Stroke Dini
- 23 Okt 2025 10:02 WIB
- Banten
KBRN, Serang: Kebiasaan merokok kini menjadi faktor utama meningkatnya kasus stroke pada usia muda. Fenomena ini disoroti oleh Dokter Spesialis Neurologi Neurointervensi Vaskular, Eny Waeninggsih, dalam program Dialog Pagi Pro 1 RRI Banten, Kamis (23/10/2025).
Ia mengungkapkan bahwa saat ini banyak pasien stroke berasal dari kelompok usia produktif tanpa riwayat penyakit kronik. “Pasien usia 20 sampai 30 tahun bisa terkena stroke hanya karena kebiasaan merokok,” ujarnya.
Menurutnya, kebiasaan merokok yang dulu dianggap risiko ringan kini telah masuk kategori faktor risiko utama. “Tanpa penyakit penyerta pun, rokok dapat merusak pembuluh darah otak dan memicu stroke,” ucapnya.
Eny menjelaskan, zat berbahaya dalam rokok seperti nikotin dan karbon monoksida mempercepat pengerasan pembuluh darah serta menurunkan kadar oksigen dalam darah. Kondisi tersebut membuat otak kekurangan pasokan darah, yang dalam jangka panjang bisa menimbulkan serangan stroke mendadak.
Ia menambahkan, gaya hidup tidak sehat seperti kurang olahraga, stres, serta pola makan tinggi garam dan lemak juga memperbesar risiko stroke di usia muda. Karena itu, kesadaran menjaga kesehatan perlu dimulai sejak dini, bukan saat tubuh sudah menunjukkan gejala.
Eny mengimbau masyarakat, terutama generasi muda, untuk tidak meremehkan bahaya rokok dan segera berhenti sebelum terlambat. Ia juga mendorong pemerintah dan lembaga pendidikan untuk memperkuat edukasi publik mengenai dampak rokok terhadap otak dan sistem saraf.
Melalui peringatan Hari Stroke Sedunia yang akan datang, masyarakat diajak menjadikan kesadaran kesehatan sebagai bagian dari gaya hidup modern. “Berhenti merokok adalah langkah pertama untuk mencintai diri sendiri dan keluarga,” ujarnya. (Bachtiar Rahadi)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....