Disnakeswan Lebak Perkuat Pengawasan Lalu Lintas Hewan

  • 09 Okt 2025 08:43 WIB
  •  Banten

KBRN, Lebak: Pemerintah Kabupaten Lebak melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) terus memperkuat langkah pengawasan terhadap lalu lintas hewan sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan pangan asal hewan. Untuk itu, Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan Kesmavet) Disnakeswan Lebak terus melakukan serangkaian pemeriksaan, meliputi kondisi fisik unggas dan kelengkapan dokumen kesehatan.

Tujuannya adalah memastikan setiap unggas yang dilalulintaskan dalam kondisi sehat dan bebas dari penyakit menular. Hasil dari kegiatan ini dituangkan dalam penerbitan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) yang menjadi bukti resmi bahwa unggas tersebut layak diperdagangkan dan memenuhi standar kesehatan veteriner. Dokumen ini juga menjadi syarat untuk penerbitan Sertifikat Veteriner (SV) melalui aplikasi Lalulintas.isikhnas.pertanian.go.id yang wajib digunakan dalam setiap perpindahan hewan antarwilayah.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Disnakeswan Lebak, Hanik Maclihatin, menjelaskan bahwa pemeriksaan ketat ini bukan sekadar formalitas, tetapi bentuk nyata dari tanggung jawab pemerintah dalam menjamin keamanan pangan asal hewan. “Pemeriksaan ketat ini adalah bagian integral dari upaya kami menjaga rantai produksi pangan asal hewan yang sehat, aman, dan berdaya saing,” ujar Hanik Maclihatin, Rabu (8/10/2025).

Ia menambahkan, penerapan SKKH dan SV menjadi instrumen penting dalam memutus potensi penyebaran penyakit dari satu daerah ke daerah lain. “SKKH dan SV menjamin bahwa unggas yang keluar dari Lebak tidak membawa risiko penyakit. Ini tidak hanya melindungi masyarakat, tapi juga peternak di daerah lain agar tetap aman dari ancaman wabah,” katanya.

Kepala Disnakeswan Kabupaten Lebak, Rahmat Yuniar, menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha peternakan dalam mewujudkan ketahanan pangan hewani yang tangguh. “Dengan pengawasan yang ketat dan sinergi yang kuat antara kami dan seluruh pelaku usaha peternakan, Lebak siap menjadi wilayah yang unggul dalam menyediakan pangan hewani yang sehat,” ujar Rahmat Yuniar.

Menurutnya, langkah berkelanjutan ini diharapkan dapat memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap produk peternakan asal Lebak sekaligus meningkatkan daya saing sektor peternakan di tingkat regional maupun nasional.

Kegiatan pengawasan terbaru dilaksanakan di unit peternakan PT Charoen Pokphand Jaya Farm, Kecamatan Curugbitung, Selasa (7/10/2025). Fokus utama pengawasan adalah pemeriksaan kesehatan unggas afkir atau ayam petelur yang sudah melewati masa produktif sebelum keluar dari kandang.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....