Pemkab Tangerang Canangkan Gerakan Ibu Hamil Gerebek Posyandu

  • 08 Mei 2025 18:06 WIB
  •  Banten

KBRN, Tangerang: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang, mencanangkan Gerakan Ibu Hamil dalam rangka Gerebek Posyandu Kabupaten Tangerang Tahun 2025 yang dipusatkan di Desa Jambe, Kecamatan Jambe, Kamis (8/5/2025).

Wakil Bupati (Wabup) Tangerang, Intan Nurul Hikmah menjelaskan, Gerakan Ibu Hamil dalam rangka Gerebek Posyandu Kabupaten Tangerang Tahun 2025 ini merupakan salah satu upaya intervensi pencegahan stunting atau tengkes yang bukan hanya menjadi prioritas tingkat kabupaten, tetapi juga nasional.

"Gerakan Ibu Hamil ini merupakan bagian dari program Gerebek Posyandu sebagai salah satu upaya intervensi pencegahan stunting sejak dini yang bukan hanya jadi prioritas tingkat kabupaten tapi juga secara nasional" ucap Wabup Intan.

Baca juga: Pemkab Tangerang Evaluasi Program Pengentasan Stunting

Menurut dia, gerakan yang menyasar para ibu hamil ini diharapkan mampu mencegah timbulnya kasus tengkes baru. Melalui gerakan ini upaya-upaya peningkatan derajat kesehatan ibu hamil dilakukan dengan melibatkan berbagai komponen masyarakat lintas sektor, termasuk pihak swasta.

"Gerakan Ibu Hamil ini bertujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan ibu hamil dengan melibatkan berbagai komponen masyarakat. Di sini, nantinya ibu-ibu hamil akan mendapatkan pelayanan pemeriksaan kehamilannya serta pendampingan dari para tenaga kesehatan," ujarnya.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, Achmad Mucklis melaporkan bahwa Dinas Kesehatan berkolaborasi dengan OPD, TP PKK, kecamatan, Puskesmas, desa, kader posyandu termasuk pihak swasta untuk terus menguatkan program Gerebek Posyandu dan program turunannya seperti Gerakan Ibu Hamil.

Baca juga: Cegah Stunting dan Gizi Buruk, Pemkab Tangerang Distribusikan Pangan Sehat

"Gerebek Posyandu ini bertujuan untuk meningkatkan cakupan pelayanan balita dan ibu hamil yang dilaksanakan selama tahun 2025 di seluruh Posyandu di wilayah Kabupaten Tangerang. Kegiatan ini melibatkan berbagai pihak, termasuk pemerintah, kader Posyandu dan masyarakat," kata Muchlis.

Gerakan ini berlangsung di 2.352 Posyandu dengan sasaran balita pada tahun ini adalah 243.811. Untuk balita-balita yang bermasalah dengan gizi, akan diberikan PMT selama 3 bulan. Sementara ibu hamil yang bermasalah dengan gizi, diberikan PMT selama 4 bulan.

“Kami berharap dengan adanya Gerebek Posyandu tahun kedua ini, balita dan para ibu hamil akan lebih banyak lagi terlayani dengan lebih baik sehingga angka stunting Kabupaten Tangerang yang masih sekitar 7,7 persen dapat terus ditekan,” ujar dia.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....