Dampak Marah Berlebihan pada Psikologi Anak

  • 17 Des 2024 17:41 WIB
  •  Banten

KBRN, Serang: Marah merupakan emosi alami yang bisa dialami oleh siapa saja, termasuk orang tua saat menghadapi perilaku anak. Namun, marah yang berlebihan terhadap anak dapat memberikan dampak buruk, tidak hanya secara psikologis, tetapi juga terhadap perkembangan anak dalam jangka panjang.

Counselor Priaditest, Sheila Rumai Halida mengatakan, marah yang berlebihan dapat mengganggu kesehatan mental anak dan berpotensi menimbulkan trauma. Hal ini mengurangi kepercayaan diri mereka dalam melakukan sesuatu, baik di sekolah maupun dalam pergaulan.

"Anak-anak, terutama di usia dini, sangat sensitif terhadap perlakuan kasar atau luapan emosi orang tua yang tidak terkendali. Ini bisa menyebabkan rasa takut, menurunkan rasa percaya diri, hingga menimbulkan kecemasan berkepanjangan,” ucapnya, Selasa (17/12/2024).

Untuk menghindari dampak negatif ini, orang tua diharapkan mampu mengendalikan emosi dan memilih cara komunikasi yang lebih efektif. Jika emosi memuncak, berikan waktu beberapa menit untuk menenangkan diri sebelum berbicara dengan anak.

“Selain itu kita juga bisa gunakan bahasa yang mudah dipahami dan nada suara yang tenang saat memberi nasihat atau peringatan kepada anak. Fokus pada perilaku positif anak dan berikan apresiasi kecil agar anak merasa dihargai dan percaya diri dan tanyakan perasaan anak ketika terjadi konflik, sehingga mereka merasa didengarkan dan lebih terbuka,” kata dia.

Dengan pendekatan yang lebih positif, orang tua dapat menciptakan lingkungan yang sehat dan aman bagi tumbuh kembang anak. Anak yang dibesarkan dengan penuh kasih sayang dan komunikasi yang baik cenderung tumbuh menjadi individu yang percaya diri dan bermental sehat.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....