Perspektif Islam dan Penjelasan Soal Bayi Lahir di Bulan Safar
- 11 Agt 2024 11:04 WIB
- Banten
KBRN, Serang: Bulan Safar sering kali dikaitkan dengan mitos yang menyebutnya sebagai bulan sial atau bulan musibah. Kepercayaan ini sering memengaruhi pandangan masyarakat, salah satunya terhadap bayi yang lahir pada bulan ini.
Namun, dalam sebuah tausiyah yang disampaikan oleh Ustazah Ai Judiyyah Fahmi dalam program Mutiara Pagi bersama RRI, Minggu (11/8/2024), memberikan penjelasan mengenai isu ini dari perspektif Islam. Menurutnya, bulan Safar tidak memiliki konotasi negatif dalam ajaran Islam.
“Kepercayaan bahwa bulan Safar adalah bulan sial berasal dari tradisi Jahiliyah yang tidak memiliki dasar dalam ajaran Islam,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa Islam mengajarkan bahwa semua bulan dalam kalender Hijriah adalah waktu yang sama-sama penuh berkah dan keutamaan.
Baca juga: Ingin Dipuji Orang, Penyakit Hati yang Perlu Diwaspadai
Menanggapi anggapan bahwa bayi yang lahir di bulan Safar akan menjadi nakal atau menghadapi kesulitan, Ustazah menekankan bahwa pandangan ini tidak sesuai dengan ajaran agama. Maka penting bagi orang tua untuk fokus pada pendidikan agama dan moral anak, bukan terpengaruh oleh mitos yang tidak berdasar.
“Tidak ada dasar dalam Islam yang menyebutkan bahwa bulan Safar membawa sial atau mempengaruhi sifat anak yang lahir pada bulan ini. Musibah atau kesialan tidak ada hubungannya dengan waktu kelahiran seseorang,” ujarnya.
Ia mengingatkan bahwa musibah merupakan bagian dari ketentuan Allah Swt. yang harus diterima dengan penuh keimanan. diharapkan masyarakat dapat mengatasi kepercayaan yang tidak berdasar dan memfokuskan perhatian pada aspek-aspek positif dalam ajaran Islam.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....