Menjaga Suhu dan Kelembapan, Kunci Peralatan Siaran Tetap Optimal

  • 11 Sep 2026 15:56 WIB
  •  Banten
Poin Utama
  • Pengelolaan suhu dan kelembapan ruangan merupakan komponen esensial dalam menjaga keandalan peralatan elektronik yang digunakan dalam operasional penyiaran.
  • Kondisi lingkungan yang tidak terkendali dapat meningkatkan risiko gangguan operasional dan mengurangi umur perangkat teknis penyiaran.
  • Master Control Room (MCR) adalah ruang teknis kritis yang membutuhkan perhatian khusus dalam pengelolaan iklim ruangan untuk memastikan kontinuitas layanan siaran.

RRI.CO.ID, Serang – Menjaga suhu dan kelembapan ruangan menjadi salah satu bagian penting dalam pemeliharaan peralatan elektronik, termasuk perangkat yang digunakan dalam operasional penyiaran. Kondisi lingkungan yang tidak terkendali dapat memengaruhi keandalan perangkat dan meningkatkan risiko gangguan operasional.

Hal tersebut menjadi perhatian dalam pengelolaan ruang teknis penyiaran, termasuk Master Control Room (MCR) yang menjadi salah satu ruang penting dalam mendukung keberlangsungan layanan siaran.

Penggunaan termometer dan higrometer dapat membantu teknisi memantau kondisi lingkungan ruangan secara berkala. Termometer digunakan untuk mengetahui suhu, sedangkan higrometer digunakan untuk mengukur kelembapan relatif udara.

“Peralatan elektronik bekerja dengan menghasilkan panas. Karena itu, kondisi suhu ruangan perlu dijaga agar tetap berada dalam rentang yang sesuai dengan spesifikasi perangkat. Kelembapan juga harus diperhatikan karena terlalu tinggi dapat meningkatkan risiko kondensasi dan korosi, sementara kondisi terlalu kering dapat meningkatkan risiko listrik statis,” ujar teknisi peralatan elektronik, Fudy Faturrachim kepada RRI, Jumat, 11 September 2026.

Secara internasional, American Society of Heating, Refrigerating and Air-Conditioning Engineers (ASHRAE) melalui pedoman Thermal Guidelines for Data Processing Environments memberikan rentang rekomendasi suhu 18 hingga 27 derajat celsius untuk lingkungan peralatan pengolahan data tertentu. Pedoman tersebut juga menekankan pentingnya pengendalian kelembapan dan titik embun, dengan batas yang disesuaikan berdasarkan kelas peralatan.

Namun, penerapan angka tersebut pada ruang MCR tidak dapat dilakukan secara mutlak untuk seluruh perangkat. Setiap perangkat penyiaran memiliki spesifikasi lingkungan operasi yang ditetapkan oleh produsennya. Karena itu, teknisi perlu menjadikan manual dan spesifikasi masing-masing perangkat sebagai acuan utama.

“Yang paling penting bukan sekadar membuat ruangan sedingin mungkin. Kita harus menjaga kondisi yang stabil dan sesuai dengan spesifikasi perangkat. Suhu yang terlalu tinggi tentu tidak baik, tetapi pengaturan AC yang berlebihan juga tidak selalu berarti lebih aman,” katanya.

Menurutnya, pemantauan kondisi ruangan juga sebaiknya dilakukan secara rutin dan dicatat. Data tersebut dapat menjadi bagian dari preventive maintenance sehingga perubahan kondisi lingkungan dapat diketahui sebelum berdampak terhadap perangkat.

Kondisi suhu yang meningkat secara terus-menerus dapat membuat sistem pendinginan internal perangkat bekerja lebih berat. Sementara kelembapan yang terlalu tinggi dapat meningkatkan risiko masalah akibat kelembapan dan kondensasi, terutama ketika terjadi perubahan suhu yang signifikan.

Sebaliknya, kelembapan yang terlalu rendah juga perlu diperhatikan karena dapat meningkatkan potensi pelepasan listrik statis yang berisiko terhadap komponen elektronik. Karena itu, pengendalian lingkungan ruangan perlu dilakukan secara seimbang.

Pemantauan sederhana menggunakan termometer dan higrometer juga dapat menjadi langkah awal untuk mengetahui kondisi ruangan secara berkala. Jika ditemukan nilai yang berada di luar batas operasional perangkat, teknisi dapat melakukan pemeriksaan terhadap sistem pendingin, sirkulasi udara, maupun kondisi ruangan.

“Monitoring itu penting karena kita tidak hanya melihat kondisi perangkat ketika sudah bermasalah. Dari catatan suhu dan kelembapan, teknisi bisa melihat kecenderungan perubahan dan melakukan tindakan lebih awal,” ujarnya.

Pengelolaan suhu dan kelembapan tersebut sejalan dengan prinsip pemeliharaan preventif, yaitu melakukan pemantauan dan tindakan sebelum gangguan berkembang menjadi kerusakan yang lebih serius. Dengan pemantauan lingkungan yang konsisten, perawatan sistem pendingin, serta kepatuhan terhadap spesifikasi masing-masing perangkat, kondisi ruang MCR dapat dijaga agar tetap mendukung operasional peralatan penyiaran secara optimal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....