Dekranasda Kota Serang Dorong Produk Kerajinan Tembus Pasar Internasional
- 24 Agt 2026 09:26 WIB
- Banten
Poin Utama
- Dekranasda Kota Serang secara aktif membina pelaku IKM melalui pelatihan, kurasi produk, penguatan standar kualitas, dan pembukaan akses pemasaran yang lebih luas.
- Kepala Bidang Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Kota Serang menekankan pentingnya daya saing kuat agar produk lokal dapat bertahan di pasar nasional dan internasional.
- Fokus pembinaan diarahkan pada peningkatan branding produk, nilai jual tinggi, dan standarisasi kualitas yang terukur untuk meningkatkan daya tarik konsumen.
RRI.CO.ID, Serang - Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Serang terus mendorong pelaku industri kecil dan menengah (IKM) meningkatkan kualitas produk agar mampu bersaing di pasar nasional hingga internasional. Pembinaan dilakukan melalui pelatihan, kurasi produk, penguatan standar kualitas, serta upaya membuka akses pemasaran yang lebih luas bagi para pengrajin.
Kepala Bidang Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Kota Serang, TB Angga Jaya Santika, mengatakan produk lokal harus memiliki daya saing yang kuat agar tidak hanya mampu bertahan di pasar sendiri. Menurutnya, daerah lain perlu dijadikan kompetitor untuk mendorong pelaku usaha terus memperbaiki kualitas produknya.
“Bagaimana caranya supaya kualitas barang kita juga branded, punya nilai jual tinggi, menarik untuk dibeli masyarakat, dan memiliki kualitas yang memang standarisasinya ada,” ujar Angga saat diwawancarai RRI Banten, Senin, 24 Agustus 2026.
Salah satu upaya peningkatan daya saing dilakukan melalui proses kurasi. Produk yang akan dibawa ke kegiatan berskala nasional harus terlebih dahulu melewati seleksi berdasarkan kualitas dan nilai jual.
Dari sejumlah pelaku usaha binaan, Dekranasda pernah membawa tiga pengrajin Kota Serang ke kegiatan nasional di Makassar untuk memperkenalkan produk unggulan daerah. Dua di antaranya bergerak pada kerajinan tas dan boneka.
Salah satu pelaku usaha boneka bahkan telah memiliki 14 brand dan produknya berhasil menembus pasar Amerika Serikat. Angga menyebut pencapaian tersebut menjadi bukti bahwa produk kerajinan Kota Serang memiliki peluang masuk pasar global apabila kualitas dan kapasitas produksinya terus diperkuat.
Namun, perluasan pasar internasional masih menghadapi sejumlah tantangan. Angga menyebut pasar Eropa, termasuk Belanda, memiliki persyaratan yang lebih ketat terkait keamanan bahan, kesehatan konsumen, dan standar produksi. “Kalau untuk Belanda, seleksinya lebih luar biasa. Syaratnya lebih banyak, termasuk International Organization for Standardization (ISO). Kita belum mampu untuk memenuhi persyaratan itu,” katanya.
Selain standar produk, pemerintah juga tengah membenahi persoalan rantai pasok. Sejumlah bahan baku kerajinan masih didatangkan dari luar Kota Serang, seperti nilon, kancing, dan bahan bordir dari Bandung.
Dinas kemudian mulai memetakan kebutuhan bahan baku pelaku usaha melalui pendekatan B2B dan menemukan sedikitnya 24 item yang dibutuhkan tetapi belum tersedia secara memadai di Kota Serang. Angga menegaskan penguatan industri kerajinan harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari bahan baku, produksi, kualitas hingga pemasaran. “Kami sementara konsen kepada rantai pasoknya,” ujarnya.
Dengan pembinaan yang berkelanjutan, Dekranasda berharap semakin banyak produk lokal yang mampu naik kelas dan mengikuti jejak pelaku usaha yang telah berhasil memasuki pasar ekspor.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....