Desa Pekijing Jadi Lokasi Perdana Program Budaya Dayasmita

  • 15 Jul 2026 08:04 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Serang – Komunitas Dayasmita memulai program pengabdian masyarakat berbasis budaya di Desa Pekijing, Kecamatan Taktakan, Kota Serang, sebagai langkah awal memperluas akses pendidikan nonformal bagi masyarakat. Desa tersebut dipilih sebagai lokasi perdana karena memiliki fokus pengembangan di bidang pendidikan dan kebudayaan yang sejalan dengan program komunitas.

Founder Dayasmita, Talitha mengatakan, program ini merupakan pengembangan dari kegiatan sosial yang sebelumnya berfokus pada kunjungan ke panti asuhan. Berdasarkan hasil evaluasi, komunitas tersebut melihat kebutuhan pendampingan pendidikan juga dirasakan oleh anak-anak yang tinggal di wilayah pedesaan.

“Ternyata yang butuh pendampingan bukan hanya anak-anak panti dan anak-anak jalanan, tapi anak-anak yang di desa pun butuh dorongan dari orang luar untuk mereka bisa berkembang,” katanya kepada RRI, Senin, 13 Juli 2026.

Melalui program tersebut, Dayasmita mengajarkan berbagai tarian tradisional kepada anak-anak hingga ibu-ibu di Desa Pekijing. Kegiatan dilakukan secara rutin setiap pekan sebagai upaya memperkenalkan sekaligus melestarikan budaya kepada masyarakat. Selain materi budaya, komunitas juga berencana memberikan pembelajaran bahasa Inggris pada pertemuan berikutnya sebagai bagian dari pendidikan nonformal.

Talitha menjelaskan, pemilihan Desa Pekijing dilakukan setelah tim melakukan survei lapangan. Hasilnya, pengelola desa menyampaikan bahwa tema kebudayaan yang diusung Dayasmita sesuai dengan program pengembangan yang sedang dijalankan di desa tersebut.

“Pada saat kami survei ke Desa Pekijing, pengelola desa menyampaikan kalau tema kebudayaan yang dibawa Dayasmita memang sesuai dengan fokus yang ada di desa, yaitu pendidikan dan keterampilan,” ujarnya.

Program budaya di Desa Pekijing menjadi kegiatan kelima yang dijalankan Dayasmita sejak komunitas tersebut berdiri pada 8 Desember 2025. Sebelumnya, komunitas yang didirikan oleh mahasiswa Universitas Bina Bangsa (UNIBA) itu telah melaksanakan sejumlah kegiatan sosial di panti asuhan dengan melibatkan anggota komunitas sebagai pengajar.

Meski sempat menghadapi kendala ketika pembukaan relawan tidak memperoleh pendaftar, Dayasmita menjadikan pengalaman tersebut sebagai bahan evaluasi untuk mengembangkan konsep pengabdian yang lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat. Melalui pendekatan langsung ke desa, komunitas berharap dapat menghadirkan program yang lebih berkelanjutan sekaligus meningkatkan partisipasi masyarakat dalam kegiatan pendidikan.

Ke depan, Dayasmita menargetkan program budaya di Desa Pekijing menjadi agenda rutin yang tidak hanya mengenalkan kesenian tradisional, tetapi juga memperluas materi pembelajaran sesuai kebutuhan masyarakat. Dengan demikian, komunitas berharap dapat memberikan ruang belajar yang lebih luas sekaligus memperkuat kepedulian generasi muda terhadap pendidikan dan pelestarian budaya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....