BKKBN Dorong Peran Ayah Ciptakan Generasi Berkualitas

  • 29 Jun 2026 13:27 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Serang – Badan Kependudukan dan Kelauraga Berencana Nasional (BKKBN) terus mendorong keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak melalui Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI). Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya mengatasi fenomena fatherless atau minimnya keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak yang dinilai masih menjadi tantangan dalam membangun keluarga berkualitas dan mencetak generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.

Penata Kependudukan dan Keluarga Berencana Tim Kerja Pembangunan Keluarga BKKBN Provinsi Banten, Yayat Nurhayati, mengatakan selama ini pengasuhan anak masih didominasi oleh ibu. Menurutnya, kehadiran ayah memiliki pengaruh besar terhadap tumbuh kembang dan perkembangan anak.

"Pengasuhan seorang anak tidak bisa hanya dilakukan oleh ibunya saja, tetapi ayahnya juga harus hadir dalam pengasuhan tersebut. Anak harus mendapatkan pengasuhan yang utuh dari kedua orang tuanya," katanya dalam program Banten Menyapa RRI Banten, Senin, 29 Juni 2026.

Yayat menjelaskan, berbagai penelitian menunjukkan keterlibatan ayah memberikan dampak positif terhadap perkembangan psikologis maupun kecerdasan anak. Anak yang memperoleh perhatian dari kedua orang tuanya cenderung memiliki rasa percaya diri lebih baik serta mampu berkembang secara optimal dibandingkan anak yang tumbuh tanpa kehadiran ayah dalam pengasuhan sehari-hari.

Untuk memperkuat program tersebut, BKKBN menggulirkan Gerakan Mengantar dan Mengambil Rapor Bersama Ayah (GEMAR). Program itu telah disosialisasikan kepada seluruh kepala daerah, termasuk di Provinsi Banten. Pemerintah daerah pun telah menindaklanjutinya melalui surat edaran yang mendorong para ayah terlibat langsung dalam aktivitas pendidikan anak di sekolah.

"Kami optimistis dengan Gerakan Ayah Teladan Indonesia melalui Ayah Wajib Hadir ini bisa menurunkan angka fatherless sehingga anak-anak Indonesia mendapatkan pengasuhan yang utuh dari ayah dan ibunya," ujarnya.

Ia menambahkan, perubahan pola pikir masyarakat menjadi tantangan tersendiri karena masih berkembang anggapan bahwa tugas ayah hanya mencari nafkah. Melalui edukasi yang dilakukan secara berkelanjutan oleh petugas lapangan, media massa, dan media sosial, BKKBN berharap semakin banyak ayah mengambil peran aktif dalam pengasuhan sehingga mampu melahirkan keluarga yang harmonis serta generasi yang sehat, cerdas, dan berkarakter.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....