Anak Ketujuh Jadi Inspirasi Pujiyanti Menulis Buku Sibling Rivalry

  • 15 Jun 2026 15:51 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Serang - Pengalaman hidup dalam keluarga besar menjadi inspirasi tersendiri bagi penulis buku Sibling Rivalry, Pujiyanti. Sebagai anak ketujuh dari delapan bersaudara, ia mengaku banyak belajar mengenai dinamika hubungan antarsaudara yang kemudian dituangkan dalam karya tulisnya.

Pujiyanti mengatakan kehidupannya di tengah keluarga besar memberinya banyak pengalaman mengenai interaksi, perbedaan karakter, hingga potensi konflik yang muncul dalam hubungan persaudaraan. Pengalaman tersebut menjadi dasar dalam menyusun buku yang membahas Sibling Rivalry.

“Saya adalah anak ketujuh dari delapan bersaudara. Dari situ saya banyak melihat dan merasakan bagaimana hubungan antarsaudara berkembang dalam keluarga,” katanya kepada RRI, Senin, 15 Juni 2026.

Menurutnya, setiap keluarga memiliki tantangan yang berbeda dalam membangun hubungan harmonis antaranak. Namun, berbagai pengalaman yang dialami sejak kecil membuatnya memahami bahwa konflik persaudaraan dapat dicegah apabila keluarga membangun komunikasi yang sehat.

Ia mengaku tidak semua pengalaman yang dialaminya bersifat negatif. Justru banyak pelajaran berharga yang diperoleh dari kebersamaan dengan saudara-saudaranya, termasuk pentingnya berbagi, menghargai perbedaan, dan saling mendukung.

“Pengalaman hidup bersama banyak saudara membuat saya memahami bahwa setiap anak ingin diperhatikan dan dihargai,” ujarnya.

Berangkat dari pengalaman tersebut, Pujiyanti terdorong untuk menulis buku yang dapat membantu keluarga memahami akar persoalan sibling rivalry. Ia berharap orang tua dapat mengambil pelajaran dari pengalaman yang dituangkannya dalam buku tersebut.

Menurutnya, hubungan persaudaraan yang baik tidak terbentuk secara otomatis. Dibutuhkan peran aktif orang tua untuk menciptakan suasana keluarga yang hangat dan mendukung perkembangan setiap anak.

Ia menambahkan bahwa pengalaman pribadi sering kali menjadi sumber inspirasi yang kuat dalam menulis. Dengan pendekatan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, pesan yang disampaikan diharapkan lebih mudah dipahami pembaca.

“Melalui pengalaman yang saya tulis, saya ingin menunjukkan bahwa hubungan saudara bisa menjadi sumber kekuatan apabila dibangun dengan komunikasi dan kasih sayang,” ucapnya.

Pujiyanti berharap, buku Sibling Rivalry dapat menjadi refleksi bagi keluarga dalam membangun hubungan yang lebih harmonis. Dengan memahami pentingnya komunikasi dan perhatian yang seimbang, konflik antarsaudara dapat diminimalkan sehingga keluarga menjadi lingkungan yang lebih sehat bagi tumbuh kembang anak.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....