Komunikasi Buruk Picu Persaingan Saudara

  • 13 Jun 2026 06:08 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Serang - Persaingan antar saudara atau sibling rivalry kerap terjadi dalam lingkungan keluarga dan dapat memengaruhi hubungan anak hingga dewasa. Kurangnya komunikasi yang sehat antara orang tua dan anak dinilai menjadi salah satu faktor utama yang memicu munculnya konflik tersebut.

Penulis buku Sibling Rivalry, Pujiyanti, mengatakan persaingan antar saudara umumnya berawal dari perasaan tidak diperhatikan, tidak dihargai, atau merasa diperlakukan berbeda oleh orang tua. Kondisi tersebut dapat berkembang menjadi kecemburuan yang berujung pada konflik berkepanjangan apabila tidak ditangani dengan baik.

“Persaingan antar saudara sering terjadi karena komunikasi dalam keluarga tidak berjalan dengan baik. Anak kadang merasa tidak didengar atau merasa ada perbedaan perlakuan dari orang tua,” katanya dalam Dialog Sore Ceria bersama RRI Pro 2 Banten, Jumat, 12 Juni 2026.

Menurut Pujiyanti, orang tua sering kali tidak menyadari bahwa ucapan sederhana dapat menimbulkan perbandingan antaranak. Kalimat yang membandingkan prestasi, perilaku, atau kemampuan anak berpotensi memunculkan rasa iri dan persaingan yang tidak sehat.

Ia menjelaskan setiap anak memiliki karakter dan kebutuhan emosional yang berbeda. Karena itu, orang tua perlu membangun komunikasi yang terbuka agar anak merasa dihargai dan diterima apa adanya.

“Anak-anak sebenarnya ingin didengarkan. Ketika komunikasi terbuka, mereka akan lebih mudah memahami perasaan saudaranya dan tidak melihat saudara sebagai pesaing,” ujarnya.

Pujiyanti menilai komunikasi yang baik tidak hanya dilakukan saat terjadi konflik. Orang tua juga perlu menyediakan waktu khusus untuk berbicara dengan anak, mendengarkan keluhannya, serta memberikan perhatian yang seimbang kepada seluruh anggota keluarga.

Menurutnya, hubungan saudara yang harmonis dapat dibangun melalui kebiasaan saling menghargai dan bekerja sama sejak dini. Anak perlu dibiasakan menyelesaikan perbedaan pendapat melalui dialog, bukan dengan saling menyalahkan.

“Kalau komunikasi keluarga berjalan sehat, anak akan belajar memahami bahwa setiap anggota keluarga memiliki kelebihan masing-masing dan tidak perlu saling bersaing,” ucapnya.

Ia berharap orang tua lebih peka terhadap dinamika hubungan antaranak di rumah. Dengan komunikasi yang baik dan pola pengasuhan yang adil, potensi persaingan antar saudara dapat diminimalkan sehingga hubungan persaudaraan tetap harmonis hingga dewasa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....