Menulis Fiksi Dapat Dikembangkan Melalui Kebiasaan Membaca

  • 28 Apr 2026 11:37 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Serang - Minat menulis fiksi dapat dikembangkan melalui kebiasaan membaca yang konsisten. Hal ini disampaikan oleh Widyabasa Ahli Pertama Kantor Bahasa Provinsi Banten, Tsalaisye Nur Fajjriyyah saat dihubungi RRI, Selasa, 28 April 2026.

Ia menekankan bahwa membaca menjadi fondasi utama sebelum seseorang mulai menulis. Menurutnya, seseorang tidak akan terbiasa menulis jika tidak memiliki pengalaman membaca.

“Temukan dulu asyiknya membaca, mulai dari bacaan yang sesuai minat,” ujarnya. Pembaca pemula disarankan memilih genre ringan seperti cerpen atau cerita daring agar lebih mudah memahami alur dan gaya bahasa.

Setelah terbiasa membaca, langkah berikutnya adalah mulai menulis secara sederhana. Penulis pemula dapat memulai dengan membangun satu tokoh utama, lalu mengembangkan karakter tersebut dari sisi psikologis, fisik, hingga latar belakang sosialnya. Cara ini membantu penulis memahami tokoh secara lebih mendalam.

Selain itu, penting untuk memberikan tujuan atau keinginan pada tokoh. Konflik kemudian dibangun dari hambatan yang menghalangi tujuan tersebut. Dari sinilah cerita berkembang, hingga mencapai penyelesaian yang bisa berakhir bahagia atau sebaliknya.

Ia juga menekankan bahwa menulis tidak harus langsung dalam bentuk karya panjang. Pemula bisa memulai dari bentuk sederhana seperti puisi, catatan harian, atau fiksi mini. Latihan kecil ini dinilai efektif untuk melatih konsistensi dan kepekaan dalam merangkai kata.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa proses menulis fiksi tidak hanya melatih kreativitas, tetapi juga empati. Penulis dituntut untuk memahami perasaan tokoh, sehingga secara tidak langsung belajar melihat kehidupan dari berbagai sudut pandang.

“Perlu diketahui juga bahwa di era digital, penggunaan teknologi seperti kecerdasan buatan diperbolehkan sebagai alat bantu, namun bukan sebagai pengganti kreativitas,” ujarnya. Ia menegaskan, kekuatan utama tulisan tetap berasal dari pengalaman dan imajinasi manusia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....