Reboisasi Pulosari Upaya Jaga Vegetasi Endemik Banten

  • 17 Apr 2026 16:44 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Serang - Upaya pelestarian lingkungan terus digencarkan Asosiasi Olahraga Pendakian Gunung Indonesia (AOPGI) Regional Banten melalui kegiatan reboisasi di Gunung Pulosari, Pandeglang. Program ini menjadi langkah strategis dalam menjaga vegetasi endemik sekaligus mencegah kerusakan ekosistem yang semakin terancam akibat alih fungsi lahan.

Ketua Umum AOPGI Banten, Deni Ahmad Fanani, mengungkapkan kondisi vegetasi di kawasan Gunung Pulosari saat ini mengalami tekanan serius. Hal ini disebabkan oleh pembukaan lahan yang berdampak pada berkurangnya tanaman asli dan terganggunya keseimbangan lingkungan.

“Kami melihat adanya penurunan vegetasi lokal yang cukup signifikan. Jika tidak segera ditangani, ini bisa berdampak pada ketersediaan air dan keseimbangan ekosistem di wilayah tersebut,” ujarnya dalam talkshow Jaga Malam RRI Pro 2 Banten, Kamis 16 April 2026.

Melalui kegiatan bertajuk “Pulosari Lestari”, AOPGI Banten menanam ribuan bibit tanaman, termasuk jenis-jenis endemik yang mulai langka. Penanaman ini tidak hanya bertujuan menghijaukan kembali kawasan hutan, tetapi juga mengembalikan keanekaragaman hayati yang sempat terganggu.

Deni menambahkan, hilangnya tanaman endemik dapat memicu konflik antara satwa dan manusia. Hal ini terjadi karena sumber pakan alami satwa berkurang, sehingga mereka turun ke permukiman warga.

“Ketika habitat dan makanan alami hilang, satwa akan mencari alternatif, dan itu seringkali berujung konflik dengan manusia,” katanya.

Selain penanaman, kegiatan ini juga mengedepankan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga ekosistem hutan. AOPGI Banten menilai bahwa konservasi tidak bisa dilakukan secara instan, melainkan membutuhkan kesadaran dan keterlibatan berbagai pihak.

“Kita ingin menanamkan nilai bahwa pohon bukan hanya dinilai dari sisi ekonomi, tapi juga dari manfaat ekologisnya yang jauh lebih besar,” ucap Deni.

Program reboisasi ini juga melibatkan ratusan komunitas serta masyarakat umum sebagai bentuk kolaborasi lintas sektor dalam menjaga lingkungan. Dengan pendekatan ini, diharapkan muncul rasa memiliki terhadap hutan sehingga keberlanjutan program dapat terjaga.

Ke depan, kawasan penanaman di Gunung Pulosari direncanakan menjadi “laboratorium hidup” yang dapat dimanfaatkan sebagai sarana edukasi dan penelitian terkait tanaman endemik.

Melalui langkah ini, AOPGI Banten berharap upaya konservasi tidak hanya berhenti pada penanaman, tetapi juga menjadi gerakan berkelanjutan dalam menjaga kelestarian alam di Banten.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....