Lima Cara Mengecek Telur Berkualitas Baik

  • 20 Feb 2026 10:50 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Serang - Kualitas telur menjadi hal penting yang perlu diperhatikan masyarakat, terutama menjelang bulan Ramadan saat kebutuhan bahan pangan meningkat. Telur yang segar dan berkualitas tidak hanya lebih aman dikonsumsi, tetapi juga memiliki nilai gizi yang lebih baik.

Salah satu pedagang telur di Pasar Rau, Muhyi Efendi membagikan sejumlah tips sederhana untuk memastikan telur yang dibeli dalam kondisi baik. Menurutnya, cara pertama yang bisa dilakukan adalah dengan melihat kondisi cangkang.

“Telur yang bagus biasanya memiliki cangkang yang bersih, tidak retak, dan tidak terlalu mengilap. Kalau terlalu licin atau mengkilap, bisa jadi sudah lama,” ujarnya saat ditemui RRI, Kamis, 19 Februari 2026.

Cara kedua adalah dengan mengguncang telur secara perlahan. Jika terdengar suara di dalamnya, kemungkinan kualitas telur sudah menurun. Ketiga, masyarakat dapat melakukan uji apung menggunakan air. Telur yang tenggelam menandakan masih segar, sedangkan yang mengapung sebaiknya tidak dikonsumsi.

“Telur segar biasanya tidak mengeluarkan bunyi saat digoyangkan. Ini cara paling mudah yang bisa dilakukan di rumah,” kata Muhyi.

Keempat, perhatikan bau telur setelah dipecahkan. Telur segar tidak memiliki bau menyengat. Jika tercium aroma tidak sedap, sebaiknya telur tersebut tidak digunakan. Kelima, warna kuning telur juga bisa menjadi indikator. Kuning telur yang cerah dan tidak mudah pecah menandakan kualitas yang baik. “Biasanya teksturnya lebih padat dan tidak encer,” jujar Muhyi.

Ia juga mengingatkan pentingnya membeli telur dari penjual terpercaya untuk memastikan kualitas dan kesegarannya tetap terjaga. Selain itu, penyimpanan yang benar juga berpengaruh terhadap ketahanan telur. “Telur sebaiknya disimpan di tempat yang sejuk dan tidak dicuci sebelum disimpan, karena bisa menghilangkan lapisan pelindung alaminya,” katanya.

Dengan mengetahui cara sederhana ini, masyarakat diharapkan lebih cermat dalam memilih telur, sehingga kebutuhan gizi keluarga tetap terpenuhi, terutama di momen meningkatnya konsumsi seperti bulan puasa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....