Maulid Nabi di Banten, Harmoni Syiar dan Budaya
- 14 Sep 2025 12:20 WIB
- Banten
KBRN, Serang: Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Banten tidak hanya menjadi momentum religius, tetapi juga sarat dengan tradisi lokal yang mengakar kuat di tengah masyarakat. Perayaan ini menggambarkan perpaduan antara syiar Islam dengan budaya daerah, yang menjadikannya lebih dari sekadar seremonial keagamaan.
Ketua DPD Bakomubin Kota Cilegon, Ustaz Unang Kosasih dalam tausiyahnya Minggu, (14/9/2025) menegaskan bahwa Maulid Nabi adalah wujud rasa syukur dan kecintaan umat kepada Rasulullah SAW.
“Siapapun yang mengagungkan kelahiran Nabi akan mendapatkan keberkahan, karena Rasulullah telah menjanjikan bahwa cinta kepada beliau adalah jalan menuju surga,” ujarnya.
Baca juga: Maulid Nabi Jadi Momentum Meneladani Kepemimpinan Rasulullah
Di Banten, tradisi Maulid Nabi biasanya dirayakan dengan beragam cara. Ada yang mengisinya dengan pembacaan selawat, tausiyah, hingga tradisi lokal seperti “panjang mulud” di Kota Serang. Tradisi tersebut diwujudkan dalam bentuk tumpeng atau hidangan khusus yang dibagikan kepada masyarakat sebagai bentuk sedekah dan kegembiraan atas kelahiran Rasulullah.
Ustaz Unang menegaskan, selama tradisi itu tidak mengandung hal yang dilarang syariat, maka ia sah menjadi ekspresi kecintaan kepada Nabi. Lebih jauh, ia menekankan bahwa Maulid Nabi juga merupakan sarana dakwah.
Sejarah mencatat, perayaan Maulid pernah dijadikan strategi oleh Raja Shalahuddin Al-Ayyubi untuk menguatkan persatuan umat Islam ketika menghadapi kekuasaan asing di Masjidil Aqsa. Dari situ, tradisi Maulid menjadi momentum penting untuk memperkuat ukhuwah dan semangat keislaman.
Baca juga: Kegiatan yang Dianjurkan untuk Peringati Maulid Nabi
“Maulid bukan sekadar ritual, melainkan kesempatan untuk meneladani akhlak Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari. Rasul adalah pemimpin yang satunya kata dan perbuatan, teladan dalam ibadah, serta pembawa rahmat bagi seluruh alam,” ujarnya.
Dengan demikian, perayaan Maulid Nabi di Banten tidak hanya bernilai spiritual, tetapi juga memperkokoh jati diri budaya lokal sebagai bagian dari syiar Islam yang penuh makna.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....