Ibadah Haji Uji Keimanan dan Ketakwaan

  • 15 Mei 2025 07:01 WIB
  •  Banten

KBRN, Serang: Ibadah haji tidak sekadar perjalanan spiritual ke tanah suci, namun merupakan ujian nyata atas keimanan dan ketakwaan seorang Muslim. Hal ini disampaikan oleh Ustaz Deni Rusli dalam program Mutiara Pagi di RRI, Kamis (15/5/2025).

“Haji adalah panggilan Allah. Hanya orang yang benar-benar beriman dan bertakwa yang mampu menjawab panggilan itu dengan ikhlas,” ujar Ustaz Deni.

Menurutnya, pelaksanaan ibadah haji membutuhkan kesiapan lahir dan batin. Selain istitha’ah secara finansial, calon jemaah juga harus memiliki kemampuan ilmu, kesehatan jasmani, serta kesiapan mental dan spiritual.“Istitha’ah fiddin sangat penting. Orang yang lemah iman dan takwa tidak akan tergerak untuk berangkat. Banyak yang mampu secara materi, tapi tidak terpanggil,” katanya.

Ia menekankan ibadah haji menguji ketulusan dalam meninggalkan keluarga, jabatan, hingga kenyamanan dunia demi memenuhi panggilan ilahi. Di tanah suci, jemaah juga diuji dalam hal kesabaran, kerendahan hati, serta kemampuan beradaptasi dengan budaya dan iklim yang berbeda. “Kesabaran itu terlihat sejak keberangkatan. Bahkan sebelum naik pesawat pun jemaah sudah diuji,” katanya.

Ustaz Deni berharap agar seluruh jemaah haji Indonesia melaksanakan ibadah dengan niat tulus semata-mata karena Allah, dan membawa pulang kesalehan pribadi serta sosial yang nyata dalam kehidupan sehari-hari.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....