Voice Over Talent, Profesi Menjanjikan di Era Digitalisasi
- 23 Apr 2025 15:28 WIB
- Banten
KBRN, Serang: Di tengah tantangan dunia kerja yang semakin kompleks pascapandemi, profesi sebagai voice over talent justru menunjukkan potensi yang menjanjikan. Menurut Ratih, seorang voice over talent yang aktif sejak 2021 saat dialog dengan Pro2 FM, tren pekerjaan berbasis suara ini mulai berkembang pesat ketika masyarakat harus menjalani sistem kerja jarak jauh atau work from home karena kebijakan pembatasan sosial.
Ratih mengatakan bahwa peluang di bidang voice over terbuka luas seiring dengan meningkatnya kebutuhan akan konten digital. “Kalau dulu kita harus datang ke studio, sekarang bisa dikerjakan dari rumah. Bahkan banyak marketplace seperti Fiverr, Voice Bank, hingga platform lokal yang memfasilitasi jasa ini,” katanya.
Perubahan pola kerja ini membuka ruang lebih luas bagi para talent untuk mengekspresikan kreativitasnya tanpa batasan geografis. Memulai kariernya di akhir 2021, Ratih memilih fokus sebagai voice over talent karena fleksibilitas dan peluangnya yang besar. Kala itu, pembatasan mobilitas membuat banyak pekerjaan dilakukan secara daring, termasuk produksi suara untuk iklan, video, dan konten edukasi. “Pandemi justru jadi momentum awal saya serius menekuni profesi ini,” ucapnya.
Dalam praktiknya, Ratih mengandalkan media sosial sebagai etalase portofolio. Ia rajin mengunggah hasil latihan, proyek, hingga mengikuti berbagai tantangan voice over yang diselenggarakan oleh institusi dan brand ternama. “Instagram saya jadikan etalase, mulai dari belajar hingga pitching ke klien, semua lewat media sosial,” ujarnya.
Skema kerja jarak jauh yang dijalani Ratih melibatkan interaksi langsung dengan klien melalui WhatsApp atau pesan Instagram. Ia mengaku sering mendapat tawaran untuk mengikuti pitching proyek dari brand yang mencari suara dengan karakter tertentu. “Kita kirim sampel suara, nanti diadu dengan talent lain. Kalau cocok, baru lanjut ke proses produksi,” katanya.
Proses rekaman bisa dilakukan di rumah atau studio, tergantung permintaan klien. Ratih sendiri telah melengkapi rumahnya dengan peralatan rekaman standar industri. Namun, ia tak menampik bahwa fleksibilitas waktu bisa menjadi tantangan tersendiri. “Kadang kita harus begadang kalau ada revisi dadakan tengah malam,” ujarnya sambil tertawa.
Meskipun begitu, ia menekankan bahwa kunci utama dari profesi ini adalah kecintaan terhadap pekerjaan dan kemampuan memahami kebutuhan klien. “Kalau kita memang suka, meskipun sibuk, tetap dijalani dengan senang hati. Apalagi kalau ada cuannya,” kata Ratih.
Seiring semakin kuatnya arus digitalisasi, profesi voice over talent menjadi bukti bahwa kreativitas, teknologi, dan ketekunan dapat membuka peluang kerja baru yang tidak hanya fleksibel, tapi juga menjanjikan secara finansial. Ratih adalah salah satu contoh nyata dari generasi pekerja kreatif masa kini yang mampu beradaptasi dengan perubahan zaman.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....