Konsep Amal Saleh dan Bahaya Gibah
- 01 Des 2024 23:31 WIB
- Banten
KBRN, Serang: Anggota Dewan Pakar Bakomubin Banten, Ustaz Aan Iskandar menyampaikan pentingnya memahami konsep amal saleh dan bahayanya perilaku ghibah dalam kehidupan sehari-hari.
Ia menjelaskan, amal saleh bukan sekadar pekerjaan, melainkan tindakan yang membawa manfaat dan sesuai dengan tujuan yang diridhai Allah SWT.
“Amal berasal dari bahasa Arab yang berarti pekerjaan,” ucap Ustaz Aan dalam dialog bersama RRI Banten hari ini, Minggu (1/12/2024),
Namun, amal memiliki makna yang lebih luas dalam Al-Qur'an, mencakup pekerjaan yang baik (amal saleh) dan buruk.
"Kata amal dalam Alquran disebut dalam dua konteks: positif dan negatif. Pekerjaan buruk hanya disebut tiga kali, yakni di surat Al-A’raf ayat 42, An-Nahl ayat 111, dan Al-Qasas ayat 84,” ucapnya.
Dia menambahkan, amal saleh berarti pekerjaan yang bermanfaat bagi diri pelaku, keluarga, masyarakat, hingga umat manusia secara umum. Dalam tafsir Muhammad Abduh, amal saleh adalah tindakan yang memberikan kebaikan.
Sementara menurut Quraish Shihab, amal saleh adalah sesuatu yang sesuai dengan tujuan. "Sebagai contoh, kursi dirancang untuk duduk dengan nyaman. Jika kursi tidak bisa digunakan dengan baik, itu tidak sholeh," katanya.
Ustaz Aan juga mengingatkan tentang bahaya gibah, yaitu menyebutkan keburukan seseorang di saat orang tersebut tidak hadir.
"Gibah adalah menyebutkan hal yang tidak disukai oleh orang yang dibicarakan. Hal ini dijelaskan dalam Alquran surat Al-Hujurat ayat 12, di mana Allah SWT melarang mencari-cari kesalahan orang lain dan menggibah mereka," ujarnya.
Dia mengutip perumpamaan yang disebutkan dalam ayat tersebut: “Adakah di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang telah mati? Tentu kamu merasa jijik.”
Hal ini menunjukkan betapa beratnya dosa gibah, yang bahkan diibaratkan seperti memakan bangkai saudara sendiri.
Ustaz Aan mengutip sabda Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Imam Thabrani, bahwa dosa ghibah lebih berat daripada dosa zina. Ketika para sahabat bertanya alasannya, Nabi menjelaskan: “Jika seseorang berzina lalu bertobat, Allah akan menerima tobatnya. Namun, dosa gibah tidak akan diampuni sampai orang yang digunjing bersedia memaafkan.”
Ustaz Aan juga mengajak kita untuk memperbanyak amal saleh, dan menjauhi gibah. “Semoga Allah SWT memudahkan kita untuk tetap dalam ketaatan dan menjaga mutiara kehidupan hingga akhir hayat,” ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....