Menyikapi Kebahagiaan Dunia Tanpa Melupakan Kehidupan Akhirat
- 18 Nov 2024 07:47 WIB
- Banten
KBRN, Serang : Tertawa dan kebahagiaan adalah bagian dari kehidupan manusia, namun dalam pandangan Islam, kebahagiaan duniawi tidak boleh menghalangi kita dari mengingat Allah dan mempersiapkan diri untuk kehidupan akhirat. Hal tersebut disampaikan oleh Ustazah Ai Judiyyah Fahmi dalam program Mutiara Pagi bersama RRI.
Ustazah mengingatkan bahwa tidak semua bentuk kebahagiaan dianggap baik dalam Islam, khususnya ketika kebahagiaan tersebut membuat kita lupa akan tanggung jawab spiritual.
“Di dalam agama Islam, ada adab dalam segala hal, termasuk dalam hal tertawa. Tertawa terbahak-bahak yang berlebihan bisa membahayakan hati kita, karena dapat membuat kita lupa kepada Allah,” kata Ustazah.
“Maka hendaklah mereka tertawa sedikit dan menangis banyak, sebagai pembalasan dari apa yang selalu mereka kerjakan.” (QS. At-taubah ayat 82)
Mengutip hadis Nabi Muhammad SAW yang menegaskan bahwa orang yang terlalu banyak tertawa di dunia akan menangis di akhirat, karena mereka telah melupakan keseriusan kehidupan akhirat. Ustazah juga menjelaskan bahwa tertawa yang berlebihan bisa menyebabkan seseorang terjerumus pada gaya hidup duniawi yang melupakan hakikat kehidupan.
Bukan hanya perihal tertawa saja, namun beliau juga mengingatkan agar kebahagiaan yang kita dapat di dunia ini adalah sementara. Maka beliau berpesan untuk selalu memperbaiki diri, banyak beristighfar, dan menjaga keseimbangan antara kebahagiaan dunia dan akhirat.
Dalam kehidupan sehari-hari, penting bagi umat Islam untuk mengingat bahwa kebahagiaan dunia hanya sementara, sementara kebahagiaan yang abadi ada di akhirat.
“Marilah kita senantiasa meminta kepada Allah agar kebahagiaan dunia kita tidak mengurangi kebahagiaan kita di akhirat,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....