Cara Membangun Komunikasi yang Baik dengan Suami

  • 28 Okt 2024 19:40 WIB
  •  Banten

KBRN, Serang: Dalam perspektif Islam, komunikasi yang baik dengan suami menjadi landasan keharmonisan rumah tangga. Taat kepada suami tidak hanya bermakna patuh secara fisik, tetapi juga mencakup sikap menghormati dan menempatkan suami sebagai pemimpin keluarga sesuai perintah Allah.

Seperti disampaikan dalam Al-Qur'an, ketaatan seorang istri kepada suami adalah bentuk ibadah yang mendekatkannya kepada ridha Allah SWT. Dalam menjaga komunikasi, Ustazah Ai menyarankan agar istri menghindari kata-kata yang dapat menyakiti atau merendahkan suami.

“Cara utama membangun komunikasi yang baik adalah dengan memperhatikan setiap kata yang keluar, menjaga nada bicara, dan memilih waktu yang tepat untuk berbicara,” ujar Ustazah Ai Judiyyah Fahmi, dalam program Mutiara Pagi di RRI, Minggu (27/10/2024).

Baca juga: Suami Berakhlak Baik Menjadi Surga Bagi Istri

Menurutnya, komunikasi yang baik bukan hanya tentang bagaimana berbicara, tetapi juga tentang kapan harus mendengarkan. "Kadang, suami yang lelah atau tengah menghadapi tekanan di luar rumah butuh pendamping yang sabar, bukan kritikan atau komentar yang memperkeruh suasana," katanya.

Ustazah Ai juga menekankan pentingnya memberi dukungan moral kepada suami, terutama dalam masa-masa sulit. “Seperti Siti Khadijah yang selalu menjadi penopang Rasulullah saat menghadapi kesulitan, istri di zaman sekarang juga dapat memberikan ketenangan kepada suaminya melalui doa dan dukungan,” katanya.

Istri dapat berperan sebagai motivator dengan cara yang lembut, seperti memberikan nasihat melalui pesan singkat atau sekadar senyuman yang menyemangati. Komunikasi yang efektif juga bisa diwujudkan melalui doa.

Baca juga: Bagaimana Sikap Istri saat Suami Menghadapi Masalah?

"Sebagai istri, mendoakan kebaikan dan ketenangan suami adalah bentuk komunikasi non-verbal yang kuat,” ujar Ustazah Ai.

Di sisi lain, ketika istri marah atau kecewa, ia disarankan untuk menenangkan diri terlebih dahulu, seperti berwudhu atau melaksanakan shalat sunnah agar emosinya terkontrol sebelum berkomunikasi. Ustazah Ai menambahkan, komunikasi yang baik tidak berarti menuruti semua keinginan suami tanpa mempertimbangkan kebenaran menurut syariat Islam.

“Jika ajakan suami bertentangan dengan ajaran Islam, istri boleh menolak dengan cara yang baik dan penuh kelembutan. Dengan menjaga komunikasi yang sehat, istri tidak hanya membantu suaminya tetapi juga memperkuat ikatan keluarga di jalan Allah," ujarnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....