Menghindari Keburukan Ilmu Tanpa Akhlak

  • 03 Okt 2024 11:05 WIB
  •  Banten

KBRN, Serang: Ilmu dan harta adalah dua elemen penting dalam kehidupan manusia, namun tanpa akhlak, keduanya dapat membawa pada kehancuran. Dalam program Mutiara Pagi RRI Banten Ustaz Itang Fauzi mengingatkan pentingnya menjadikan akhlak sebagai pondasi hidup.

Ia menekankan bahwa Nabi Muhammad SAW diutus ke dunia untuk menyempurnakan akhlak, bukan sekadar untuk menjadikan umatnya kaya atau pintar. “Harta dan ilmu, jika tidak dibarengi dengan akhlak yang baik, dapat menjerumuskan seseorang ke dalam perbuatan zalim,” ujar Ustaz Itang.

Ia mencontohkan bagaimana orang-orang kaya menggunakan kekayaan mereka untuk merampas hak orang lain atau membeli kekuasaan, sehingga hukum bisa dipermainkan. Begitu pula dengan ilmu, yang jika digunakan tanpa akhlak, bisa menjadi alat untuk melakukan kejahatan, seperti penipuan, pemerasan, dan penyebaran hoaks.

Ustaz Itang juga mengingatkan bahwa ilmu yang sejati adalah ilmu yang membawa manfaat, tidak hanya bagi diri sendiri, tetapi juga bagi orang lain. “Orang yang berilmu tanpa akhlak akan menggunakan ilmunya untuk kepentingan pribadi, bahkan merugikan orang lain,” katanya.

Ia mencontohkan kasus korupsi, kolusi, dan nepotisme yang sering dilakukan oleh mereka yang memiliki kedudukan tinggi tetapi minim akhlak. Sebagai penutup, Ustaz Itang mengutip ungkapan ulama besar Abdullah bin Mubarok. "Kita lebih membutuhkan adab daripada ilmu.” Dengan adab dan akhlak yang baik, ilmu dan harta akan membawa manfaat yang besar, baik di dunia maupun di akhirat. Ia mengajak semua pendengar untuk selalu menjaga akhlak dalam setiap aspek kehidupan, karena itulah yang akan menjadi fondasi sejati bagi kehidupan yang harmonis dan bermakna.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....