Rendah Literasi, BI Banten Drorong Kemandirian Ekonomi Masyarakat
- 25 Jun 2025 09:40 WIB
- Banten
KBRN, Serang: Rendahnya tingkat literasi keuangan dan investasi di Provinsi Banten menjadi tantangan serius dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat. Hal ini disampaikan Ekonom Senior Bank Indonesia Perwakilan Banten, Muhammad Lukman Hakim dalam dialog di RRI Pro 1 Banten, Selasa (24/6/2025).
Menurut Lukman, hasil Survei Nasional Literasi Keuangan 2022 menunjukkan tingkat literasi keuangan masyarakat Banten baru mencapai 45 persen, lebih rendah dibanding rata-rata nasional yang berada di angka 49 persen. Padahal, tingkat inklusi keuangan Banten sudah cukup tinggi, yaitu 85 persen. “Artinya masyarakat sudah banyak menggunakan produk keuangan seperti tabungan dan saham, tapi belum memahami secara utuh instrumen yang digunakan,” ujarnya.
Rendahnya pemahaman ini menyebabkan masyarakat rentan tertipu oleh investasi ilegal. Banyak yang tergiur janji keuntungan besar tanpa mempertimbangkan risiko dan legalitas. Untuk itu, Lukman mengimbau masyarakat selalu mengecek legalitas perusahaan melalui OJK serta mencermati logika dan transparansi sistem investasi. “Peningkatan literasi harus sejalan dengan inklusi. Jangan sampai masyarakat hanya ikut-ikutan tanpa paham instrumen yang dipakai,” ujar Lukman.
Dengan pengetahuan yang cukup, masyarakat Banten diharapkan bisa berinvestasi secara aman dan cerdas demi kemandirian ekonomi yang berkelanjutan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....