Banten Sudah Miliki 167 SPPG

  • 23 Agt 2025 11:04 WIB
  •  Banten

KBRN, Serang: Provinsi Banten kini telah memiliki 167 Stasiun Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), dengan 46 sekolah yang menjadi lokasi uji coba program makan bergizi gratis, dan telah menjangkau lebih dari 25.600 siswa.

"Kami menyadari masih ada keterbatasan dalam pembaruan data di daerah, tetapi kami yakin sistem di BGN (Badan Gizi Nasional) sudah lebih komprehensif. Intinya, Pemprov Banten siap mendukung penuh agar pada akhir 2025 seluruh anak di Banten dapat menikmati program makan bergizi gratis,” ucap Gubernur Banten, Andra Soni saat meresmikan SPPG di Yayasan Pondok Pesantren Bai Mahdi Sholeh Ma’mun, Jl. Palka Desa Sindangheula, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang, Jumat (22/8/2025).

Dia menilai, program Makan Bergizi Gratis (MBG) sangat dibutuhkan masyarakat untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. MBG merupakan kunci menuju Indonesia Emas 2045.

"Saya menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas dukungan berbagai pihak dalam mendukung pelaksanaan program makan bergizi gratis," kata dia.

Lebih lanjut, Andra Soni menegaskan bahwa program MBG bukan hanya untuk meningkatkan ketahanan pangan, tetapi juga akan memberikan banyak multiplier effect bagi pertumbuhan ekonomi daerah.

"MBG adalah kunci penting menuju Indonesia Emas 2045,” kata dia.

Peresmian SPPG di Yayasan Pondok Pesantren Bai Mahdi Sholeh Ma’mun, turut dihadiri Kepala Badan Pangan Nasional (BGN), Dadan Hindayana, Menteri Desa dan PDT Yandri Susanto, Gubernur Banten Andra Soni, Kapolda Banten Brigjen Pol. Hengki, Kajati Banten Siswanto, Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah, dan Wali Kota Serang Budi Rustandi. Selain itu, dilaksanakan penandatanganan prasasti.

Kepala BGN, Dadan Hindayana mengatakan, program maka bergizi gratis merupakan investasi besar bangsa dalam membangun generasi masa depan.

Dadan Hindayana memaparkan, hingga kini sudah ada 6.153 SPPG beroperasi, dan sekitar 19.000 lainnya sedang diverifikasi, dengan 5.000 menunggu antrean untuk diverifikasi.

Menurut Dadan Hindayana, semua SPPG merupakan kontribusi masyarakat tanpa dana APBN. Satu SPPG rata-rata mengelola dana sekitar Rp10 miliar per tahun, mempekerjakan 50 orang, serta melibatkan 15 pemasok lokal.

"Artinya, program ini bukan hanya pemenuhan gizi, tetapi juga penggerak ekonomi daerah,” ujar dia.

Lebih lanjut, Dadan Hindayana menjelaskan bahwa setiap SPPG wajib memiliki ahli gizi dari daerah setempat, agar menu yang disusun sesuai potensi lokal dan selera penerima manfaat.

“Targetnya pada akhir November, program makan bergizi gratis dapat menjangkau 82,9 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia,” kata Dadan.

Bupati Serang, Ratu Rachmatuzakiyah mengatakan, MBG merupakan komitmen Presiden RI Prabowo Subianto untuk mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.

"MBG merupakan instrumen penting sebagai investasi peningkatan kualitas sumber daya manusia dan instrumen pemberdayaan masyarakat," kata Zakiyah.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....