Komdigi Kerahkan Sinyal Telekomunikasi Bantu Pencarian Jurnalis di Selat Sunda

  • 13 Sep 2026 06:46 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Pandeglang – Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi), Nezar Patria, meninjau langsung posko pemantauan operasi SAR di Pantai Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten, guna memastikan dukungan teknologi telekomunikasi dalam pencarian delapan korban hilang kontak di Selat Sunda. Upaya pencarian pada hari kelima ini melibatkan pengerahan 14 kapal gabungan dari TNI Angkatan Laut dan Polairud serta satu unit helikopter untuk menyisir perairan Selat Sunda.

"Kami sejak awal setelah menerima informasi ini mengajak semua operator dan infrastruktur yang di bawah Kementerian Kominfo untuk memantau sinyal-sinyal ataupun tanda-tanda dari penggunaan smartphone misalnya di area yang diduga insiden kehilangan kontak ini terjadi," ujar Nezar Patria saat memberikan keterangan pers di posko SAR Pantai Carita, Sabtu 12 September 2026.

Pemerintah memfokuskan pemantauan sinyal telekomunikasi berdasarkan data posko yang mencatat kontak terakhir korban pada 7 September 2026 yang berada di sekitar Pulau Sebeusi. Analisis data trafik seluler tersebut kini disebutnya menjadi salah satu acuan penting bagi tim gabungan dalam mempersempit koordinat pencarian di laut.

Kementerian Komdigi terus berkoordinasi erat dengan Badan SAR Nasional serta aparat penegak hukum untuk memperbarui validasi data komunikasi di lapangan. Posko pemantauan teknis juga disiagakan selama 24 jam guna menganalisis setiap potensi pergerakan sinyal baru yang tertangkap oleh base transceiver station terdekat.

Dukungan teknologi telekomunikasi ini diharapkan Nezar mampu mempercepat proses identifikasi posisi korban secara akurat di tengah luasnya area perairan Selat Sunda. Sinergi lintas sektoral antara kementerian dan tim penyelamat di lapangan terus dioptimalkan hingga seluruh korban dapat ditemukan.

"Seperti kita ketahui terakhir data yang kita terima adalah kontak terakhir pada tanggal 7 September berada di Pulau Sebeusi," katanya.

Sebelumnya lima jurnalis yang hilang kontak tersebut menjalankan tugas peliputan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau sebelum kapal yang ditumpangi terputus komunikasi. Kementerian Komunikasi dan Digital terus berkoordinasi dengan operator seluler untuk mendeteksi aktivitas perangkat komunikasi di sekitar lokasi kejadian.

Operasi SAR hari kelima mengoptimalkan armada laut dan udara untuk menyisir sektor-sektor perairan yang dinilai memiliki potensi petunjuk keberadaan korban. Petugas gabungan menyandarkan harapan pada perluasan area pencarian demi segera menemukan seluruh anggota rombongan.

Nezar pun meminta kepara seluruh keluarga korban dan masyarakat luas untuk terus memanjatkan doa agar proses evakuasi dan pencarian berjalan lancar. Pemerintah berkomitmen mengerahkan seluruh sumber daya instansi terkait hingga korban berhasil ditemukan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....