Keikhlasan Jadi Inti Implementasi Nilai Ibadah Haji
- 19 Mei 2026 06:23 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Serang - Nilai keikhlasan menjadi inti utama dalam implementasi ibadah haji di kehidupan sehari-hari. Hal tersebut disampaikan Sekretaris Majelis Ulama Indonesia Provinsi Banten, Ustaz Deni Rusli, dalam program Mutiara Pagi bersama RRI Pro 1 Banten, Selasa, 19 Mei 2026.
Menurut Ustaz Deni, ibadah haji bukan hanya dimaknai sebagai perjalanan spiritual ke Tanah Suci, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran bagi umat Islam untuk membangun sikap tulus dalam menjalani kehidupan. Ia menjelaskan, seluruh rangkaian ibadah haji sejak niat, wukuf, sa’i, hingga tawaf dilakukan semata-mata karena Allah SWT tanpa mengharapkan pujian maupun penilaian manusia.
Ia menilai, nilai keikhlasan tersebut seharusnya tidak berhenti hanya dalam pelaksanaan ibadah, tetapi juga diterapkan dalam aktivitas sehari-hari. Mulai dari bekerja, membantu sesama, hingga menjalankan tanggung jawab sosial di lingkungan masyarakat. “Bekerja dan beramal harus dengan niat yang tulus tanpa mengharapkan pujian manusia, semata-mata mencari rida Allah Subhanahu Wa Ta’ala,” ujarnya.
Ustaz Deni mengatakan, seseorang yang bekerja hanya demi pengakuan atau apresiasi manusia biasanya akan mudah merasa kecewa ketika usahanya tidak mendapat perhatian. Kondisi tersebut, menurutnya, dapat membuat seseorang kehilangan semangat dan tidak istiqamah dalam menjalankan pekerjaan maupun amal kebaikan.
Sebaliknya, orang yang memiliki keikhlasan akan menjalani aktivitas dengan penuh tanggung jawab karena merasa setiap perbuatannya diawasi langsung oleh Allah SWT. Sikap tersebut juga dapat membentuk karakter yang lebih sabar, tenang, dan tidak mudah mengeluh dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk menjauhi sifat riya atau pamrih dalam beribadah maupun berbuat baik kepada sesama. Menurutnya, sifat tersebut dapat menghilangkan pahala dan nilai amal yang telah dilakukan seseorang. “Allah hanya menerima amal yang dilakukan dengan ikhlas karena Allah. Riya atau pamrih dapat menghapus nilai amal,” katanya.
Selain keikhlasan, Ustaz Deni juga mengajak masyarakat untuk belajar menerima segala ketentuan Allah SWT dengan sabar dan lapang dada. Ia menilai sikap ikhlas sangat penting dimiliki dalam menghadapi ujian hidup, persoalan keluarga, maupun tekanan pekerjaan sehari-hari.
Menurutnya, orang yang mampu bersikap ikhlas akan lebih mudah bersyukur dan tidak larut dalam kekecewaan ketika menghadapi cobaan. Ia berharap nilai-nilai ibadah haji dapat menjadi pelajaran spiritual yang diterapkan umat Islam dalam kehidupan sehari-hari sehingga tercipta pribadi yang lebih sabar, tulus, dan bertanggung jawab, ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....