Kemenhaj Banten Tekankan Manajemen Barang dan Kesehatan Jemaah Haji

  • 09 Mei 2026 08:05 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Pandeglang - Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Provinsi Banten memperketat edukasi mengenai batasan barang bawaan bagi jemaah haji. Langkah ini dilakukan guna memastikan proses keberangkatan menuju Arab Saudi berjalan lancar tanpa terkendala penumpukan bagasi yang melebihi kapasitas maskapai.

Kepala Kanwil Kemenhaj Provinsi Banten, Samsudin menegaskan, setiap jemaah hanya diperbolehkan membawa tiga jenis tas resmi selama perjalanan. Aturan ini meliputi satu koper besar untuk pakaian, satu tas bagasi kabin untuk kebutuhan harian, serta satu tas selempang kecil khusus menyimpan paspor dan dokumen kesehatan.

"Jemaah hanya diizinkan membawa tiga tas saja, yaitu koper, tas bagasi, dan tas selempang. Ketentuan ini sangat penting dipatuhi demi kelancaran proses pemeriksaan di bandara," ujar Samsudin saat memberikan sambutan pada pelepasan jamaah haji asal Pandeglang di Pendopo Bupati Pandeglang, Sabtu 9 Mei 2026.

Selain manajemen barang bawaan, pihak Kemenhaj juga menaruh perhatian serius pada kesiapan fisik jemaah. Mengingat jadwal penerbangan yang dimulai pukul 06.00 WIB, jemaah diminta mengatur waktu istirahat dengan maksimal sebelum beranjak menuju Bandara Soekarno-Hatta. Persiapan energi yang cukup dinilainya krusial karena jemaah akan menghadapi serangkaian pemeriksaan keamanan yang ketat dan perjalanan udara yang panjang.

Selama masa transit di embarkasi, tepatnya di fasilitas Grand El-Hadith, Kota Tangerang Samsudin mengatakan, jemaah akan mendapatkan layanan konsumsi bergizi sebanyak tiga kali sehari. Petugas kesehatan juga disebutnya akan bersiaga melakukan pemeriksaan suhu tubuh dan kondisi vital lainnya untuk memastikan seluruh jemaah dalam keadaan layak terbang sesuai standar regulasi kesehatan internasional.

"Selama di Grand El-Hadith, jemaah akan menetap selama 24 jam dan mendapatkan jatah makan tiga kali. Mengingat jadwal masuk bandara sangat pagi, kami meminta jemaah benar-benar menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh mereka," kata Samsudin.

Kedisiplinan jemaah dalam mengikuti instruksi petugas, dinilainya menjadi kunci keberhasilan alur pemberangkatan hingga kepulangan jemaah. Dengan persiapan matang ini, Ia berharap para jemaah haji asal Banten dapat menjalani ibadah di Tanah Suci dengan nyaman dan pulang kembali ke tanah air dalam kondisi sehat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....