Kesetaraan Manusia dalam Balutan Ihram
- 06 Mei 2026 10:16 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Serang - Ibadah haji tidak hanya dimaknai sebagai perjalanan fisik menuju Tanah Suci, tetapi juga sarat dengan nilai-nilai spiritual yang menegaskan kesetaraan manusia di hadapan Allah SWT. Hal ini disampaikan Sekretaris Majelis Ulama Indonesia Provinsi Banten, Deni Rusli, dalam program Mutiara Pagi RRI Pro 1 Banten pada Selasa, 5 Mei 2026.
Menurut Deni, salah satu simbol paling kuat dalam ibadah haji adalah penggunaan kain ihram yang sederhana dan serba putih. Ia menjelaskan, pakaian ini menjadi penanda bahwa seluruh atribut duniawi dilepaskan tanpa terkecuali.
“Melalui kita menggunakan kain ihram yang putih dan sederhana, siapapun atribut dirinya itu dilepas. Mau pejabat, presiden, orang kaya atau miskin, semuanya sama,” ujarnya.
Ia menegaskan, dalam kondisi tersebut tidak ada lagi sekat status sosial, jabatan, maupun kekayaan. Semua jemaah hadir dalam posisi yang setara sebagai hamba di hadapan Sang Pencipta.
Lebih lanjut, ia mengutip bahwa Allah SWT tidak melihat rupa maupun kedudukan seseorang, melainkan hati dan amal perbuatannya. Karena itu, momentum ihram menjadi pengingat kuat bahwa nilai ketakwaan menjadi satu-satunya pembeda manusia.
Deni juga menyebut, makna kesetaraan dalam ihram menjadi bagian dari proses transformasi spiritual bagi setiap jemaah haji. Selain sebagai simbol persamaan derajat, ihram juga mengajarkan manusia untuk menyadari hakikat hidup yang sesungguhnya, yakni kembali kepada Allah SWT.
“Ini menjadi simbol persamaan derajat manusia serta pencerahan bahwa hakikat hidup adalah kembali kepada Sang Pencipta,” kata Deni.
Melalui pemahaman tersebut, ia mengajak umat Islam untuk tidak hanya memaknai ihram sebagai pakaian ritual semata, tetapi juga sebagai refleksi kehidupan. Kesadaran akan kesetaraan dan pentingnya ketakwaan diharapkan dapat terus terbawa dalam kehidupan sehari-hari, bahkan setelah ibadah haji selesai dilaksanakan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....