Haji Bukan Sekadar Mampu, Tapi Panggilan Allah
- 04 Mei 2026 12:01 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Serang - Ibadah haji tidak semata-mata ditentukan oleh kemampuan materi, tetapi juga merupakan panggilan dari Allah SWT. Hal ini disampaikan Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Banten, Deni Rusli, yang menyoroti makna mendalam dari rukun Islam kelima tersebut.
Menurut Deni, haji memang diwajibkan bagi umat Islam yang memenuhi syarat, salah satunya adalah istitha’ah atau kemampuan. Namun, ia menegaskan bahwa makna mampu tidak hanya dilihat dari sisi ekonomi, melainkan juga mencakup kesiapan fisik, mental, dan spiritual.
“Haji itu bagi orang yang memenuhi syarat, termasuk istitha’ah. Tapi istitha’ah ini bukan hanya soal materi, melainkan juga kesiapan jasmani, rohani, dan keamanan,” ujarnya, Senin, 4 Mei 2026.
Ia menjelaskan, banyak orang yang secara finansial mampu, tetapi belum tentu mendapat kesempatan untuk berangkat ke Tanah Suci. Sebaliknya, tidak sedikit pula masyarakat dengan kondisi ekonomi sederhana justru bisa menunaikan ibadah haji.
“Kalau panggilan Allah, tidak identik haji itu orang kaya. Ada orang kaya yang belum dipanggil, sehingga tidak berangkat. Tapi ada juga yang secara ekonomi terbatas, tetapi dimudahkan Allah untuk berhaji,” kata Deni.
Deni menambahkan, fenomena tersebut menunjukkan bahwa ibadah haji erat kaitannya dengan kepantasan diri di hadapan Allah SWT. Ia menyebut, upaya memantaskan diri melalui ibadah, keikhlasan, dan niat yang lurus menjadi bagian penting dalam meraih panggilan tersebut.
Lebih lanjut, ia mengingatkan agar ibadah haji tidak dipahami secara formalistik semata. Menurutnya, esensi haji terletak pada perubahan diri dan peningkatan kualitas keimanan setelah menjalankannya.
“Jangan sampai ibadah haji hanya formalitas. Hikmah haji harus tercermin dalam kehidupan sehari-hari, menjadi pribadi yang lebih baik dan bertakwa,” ucapnya.
Deni berharap, umat Islam yang memiliki keinginan berhaji dapat terus mempersiapkan diri, baik dari sisi ilmu manasik maupun spiritualitas. Ia juga mengajak masyarakat untuk meluruskan niat bahwa haji adalah bentuk pengabdian kepada Allah SWT.
“Laksanakan haji semata-mata karena Allah, mencari rida-Nya. Karena haji mabrur, balasannya tidak lain adalah surga,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....