Dinkes Kota Serang Pastikan Seluruh Jemaah Haji Sudah Divaksin

  • 30 Apr 2026 00:15 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Serang - Dinas Kesehatan Kota Serang memastikan seluruh calon jemaah haji asal Kota Serang yang berangkat tahun ini telah menerima vaksinasi wajib. Vaksin yang diberikan meliputi meningitis dan polio sebagai syarat perjalanan ke Arab Saudi.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Serang Ahmad Hasannudin mengatakan vaksinasi menjadi bagian penting dalam persiapan kesehatan jemaah sebelum menjalankan ibadah haji. Seluruh calon jemaah dipastikan telah menjalani vaksinasi sesuai ketentuan pemerintah Arab Saudi.

“Semua jemaah haji asal Kota Serang yang akan berangkat sudah diberikan vaksin meningitis dan polio. Tidak boleh ada yang berangkat tanpa vaksinasi,” kata Ahmad Hasannudin, Rabu, 29 April 2026.

Ia menjelaskan vaksin meningitis diberikan untuk melindungi jemaah dari risiko infeksi radang selaput otak. Penyakit tersebut dapat menimbulkan demam tinggi, gangguan saraf, kelumpuhan, hingga kematian bila tidak segera ditangani.

“Vaksin meningitis ini untuk mencegah radang otak. Karena kalau terkena dampaknya bisa berat, maka harus dicegah sejak awal,” ujarnya.

Menurut Ahmad, vaksinasi sangat penting karena jutaan jemaah dari berbagai negara berkumpul di Arab Saudi selama musim haji. Mobilitas dan kepadatan tinggi berpotensi meningkatkan penyebaran penyakit menular.

“Jemaah datang dari seluruh dunia. Kalau tidak dibekali kekebalan, dikhawatirkan tertular penyakit di sana lalu dibawa pulang ke Indonesia,” ucapnya.

Selain meningitis, vaksin polio juga diwajibkan bagi calon jemaah haji. Bukti vaksinasi tersebut tercatat dalam International Certificate of Vaccination (ICV) yang menjadi salah satu dokumen pemeriksaan saat keberangkatan.

“Semua diperiksa. Sertifikat vaksin harus ada, jadi ini memang wajib dipenuhi,” katanya.

Dinas Kesehatan Kota Serang juga mengimbau jemaah menjaga kesehatan selama di Tanah Suci dengan memperbanyak konsumsi air putih, menjaga pola makan, dan cukup istirahat. Jemaah yang memiliki penyakit bawaan seperti diabetes atau hipertensi diminta membawa obat rutin agar kondisi tetap stabil selama ibadah.

Untuk pelayanan kesehatan, setiap kloter didampingi tenaga medis yang terdiri atas satu dokter dan dua perawat. Petugas akan membantu pemantauan kesehatan jemaah sejak keberangkatan hingga kepulangan ke Indonesia.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....