Delapan Calon Jemaah Haji Pandeglang Batal Berangkat Tahun Ini

  • 27 Apr 2026 19:19 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Pandeglang – Sebanyak delapan calon jemaah haji asal Kabupaten Pandeglang dipastikan batal atau menunda keberangkatan pada musim haji 2026. Keputusan "batal tunda" ini diambil menyusul adanya kendala administratif terkait pendampingan (mahram) serta adanya jemaah yang meninggal dunia sebelum jadwal keberangkatan dimulai.

Kepala Kantor Wilayah Kementrian Haji dan Umrah (Kemenaj) Kabupaten Pandeglang, Supardi, menjelaskan bahwa dari total 942 jemaah yang terdaftar, terdapat delapan jamaah yang menghadapi kendala yang dipicu oleh persoalan mahram. Ketidaksiapan pendamping bagi jemaah perempuan sesuai regulasi yang berlaku memaksa keberangkatan mereka harus digeser ke musim berikutnya.

"Tahun ini total jemaah kita ada 942 orang, namun delapan orang tercatat batal atau tunda. Faktor utamanya adalah masalah mahram dan ada jemaah yang meninggal dunia," ujar Supardi, Senin 27 April 2026.

Meskipun terdapat pengurangan jumlah, Supardi menegaskan bahwa hal tersebut tidak mengganggu kesiapan operasional keberangkatan secara keseluruhan. Kabupaten Pandeglang sendiri masuk dalam jadwal pemberangkatan gelombang kedua yang terbagi dalam tiga kelompok terbang (kloter), yakni kloter 13, 17, dan 22.

Supardi mengatakan jadwal pemberangkatan untuk wilayah Pandeglang akan dimulai oleh Kloter 13 pada 9 Mei 2026 mendatang. Proses ini menyusul dimulainya fase pemberangkatan perdana di tingkat Provinsi Banten yang sudah dilakukan oleh Kota Tangerang sejak 21 April lalu.

Mengingat ibadah haji merupakan ibadah yang mengandalkan ketahanan fisik, pihak Kemenaj mengingatkan seluruh jemaah untuk menjaga kondisi kesehatan secara optimal sebelum bertolak ke tanah suci. Kesiapan fisik ini dinilai menjadi kunci agar seluruh jemaah dapat menjalankan rukun haji dengan sempurna dan kembali ke tanah air dengan selamat.

"Ibadah haji ini sangat menuntut ketahanan tubuh, maka kesehatan harus dijaga betul. Harapan kami, jumlah jemaah yang berangkat nanti bisa kembali ke tanah air dengan jumlah yang tetap utuh dan dalam kondisi sehat,"kata Supardi.

Adapun bagi jemaah yang masuk kategori tunda, Supardi memastikan peluang keberangkatan tetap terbuka pada musim haji tahun depan selama memenuhi persyaratan administratif yang berlaku. Pihak Kemenaj terus melakukan pemantauan intensif agar tidak ada lagi penambahan jumlah jemaah yang batal menjelang hari pemberangkatan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....