Marak Tawuran Pelajar, Orang Tua Diingatkan Tingkatkan Pengawasan
- 18 Okt 2022 16:48 WIB
- Banten
KBRN, Pandeglang: Maraknya aksi tawuran antar pelajar di Banten belakangan ini, membuat Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Banten prihatin.
Ketua P2TP2A Provinsi Banten Adde Rosi Khoerunissa menuturkan, mengatakan pendidikan karakter keluarga serta peran orang tua berperan penting dalam mencegah aksi tawuran pelajar.
“Keluarga harus menjadi tempat yang nyaman bagi remaja untuk mencurahkan berbagai permasalahannya,” ucapnya, Selasa (18/10/2022).
Menurut wanita yang akrab disapa Aci itu, orang tua harus menjadi guru pertama bagi anak-anaknya. Orang tua juga diminta untuk memaksimalkan pendidikan dalam keluarga serta selalu mengawasi aktivitas putra-putrinya.
“Dibutuhkan penyelesaian secara komprehensif dalam menangani permasalahan tawuran. Artinya penanganan itu bukan hanya tugas polisi dan Dinas Pendidikan semata, tetapi bersama dilakukan oleh masyarakat terutama dimulai dari lingkungan keluarga dan orang tua,” pesannya.
Senin (17/10/2022) kemarin Satreskrim Polres Pandeglang menetapkan 2 orang sebagai tersangka rencana aksi tawuran yang melibatkan SMKN 2 Pandeglang dan SMK Walisongo yang terjadi pada Sabtu akhir pekan kemarin. Keduanya ditetapkan sebagai tersangka lantaran terbukti membawa senjata tajam berupa celurit.
“Kedua tersangka yakni H (19) merupakan alumni SMKN 2 Pandeglang dan A (16) pelajar SMK Walisongo. Aksi tawuran tersebut dipicu karena silang pendapat antar SMKN 2 Pandeglang dengan SMK Walisongo,” ucap Waka Polres Pandeglang, Kompol Andi Suwandi.
Namun begitu Andi mengaku bahwa aksi tawuran tidak sempat terjadi lantaran pelajar salah satu sekolah lari terlebih dahulu karena kalah jumlah. Masyarakat yang resah akhirnya menangkap para pelajar tersebut dan diserahkan ke polisi.
“Mereka diamankan oleh masyarakat dan dibawa ke Polsek Pagelaran selanjutnya dibawa ke Polres Pandeglang, setelah dimintai keterangan akhirnya terungkap yang membawa senjata tajam hanya dua orang,” terangnya.
Sementara Bupati Pandeglang, Irna Narulita mengaku sangat prihatin dengan kejadian tawuran yang melibatkan pelajar dari SMKN 2 Pandeglang dengan SMK Walisongo pada Sabtu (16/10/2022) kemarin.
Irna juga mengimbau pada para pelajar di Kabupaten Pandeglang serta orang tua untuk melakukan pengawasan ekstra pada anak-anaknya agar peristiwa serupa tidak terulang kembali.
“Saya selaku Bupati Pandeglang mengimbau dan mengecam keras kejadian tersebut. Selain dapat merugikan diri sendiri, orang tua, masyarakat dan nama baik sekolah,” kata Irna dalam unggahan Instagram pribadinya @Irnadimyati, Selasa (18/10/2022).
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....