Gelar Razia Kos-Kosan, Satpol PP Cilegon Jaring 2 Pasangan Nikah Sirih
- 18 Jul 2023 16:46 WIB
- Banten
KBRN, Cilegon: Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Cilegon, menggelar razia kos-kosan di Kelurahan Karangasem dan Kalitimbang, Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon. Dua pasangan nikah sirih diamankan dalam razia tersebut.
"Oh yang pasangan yang belum menikah yang belum nikah resmi ada dua pak yang mengaku sudah menikah di Karangasem 1 di Kalitimbang 1," ujar Kasi Pengawasan Peraturan Perundang-undangan dan Pembinaan PPNS pada Satpol PP Cilegon, Cecep Sukarya usai kegiatan razia tersebut, Selasa (18/7/2023).
Cecep menyampaikan, dalam razia itu pihaknya menemukan 8 orang ber KTP luar Kota Cilegon dan satu tanpa identitas. Sedangkan, di Kelurahan Karangasem menemukan 7 orang non KTP Cilegon dan dua orang tanpa identitas.
"Rata-rata dari luar Cilegon, ada dua yang tidak bisa menunjukkan KTP yang satu dari gudang batu yang satu dari Malingping. Pengakuannya, yang satu hilang kalau yang satu ketinggalan," ucap Cecep.
Namun demikian, lanjut Cecep, dirinya tidak menemukan adanya penghuni kos-kosan yang melakukan open BO dan sejenisnya. Hanya saja kata Cecep terdapat dua pasangan suami istri yang telah melakukan nikah sirih.
"Kalau itu kita tidak menemukan penghuni kontrakan yang open BO," katanya.
Sementara, Camat Cibeber, Sofan Maksudi menyampaikan, kegiatan yang dilakukan didua Kelurahan di Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon itu dalam rangka koordinasi penegakan peraturan daerah yang melibatkan pihak kepolisian dan TNI.
"Jadi kita hari ini ada satu kegiatan program koordinasi penegakan peraturan daerah di mana pada hari ini kita kerjasama TNI Polri juga masuk kemudian Satpol PP juga bergabung," ucap Sofan.
Sofan menyatakan, kegiatan seperti ini akan terus dilakukan dalam rangka pendataan untuk penduduk non permanen. Oleh karena itu, Sofan meminta kepada pasangan nikah sirih agar segera menyelesaikan secara resmi. Hal itu dilakukan agar memiliki dokumen kependudukan secara resmi.
"Kalau masih di bawah tangan gimana ya, kasihan nanti anaknya ketika mau masuk sekolah harus bikin akta artinya data ini repot ya jadi pentingnya dokumen," katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....