Dua Musuh Bangsa Paling Bahaya, Salah Satunya Narkoba
- 16 Mar 2023 14:52 WIB
- Banten
KBRN, Pandeglang: Dua musuh yang paling mengancam bangsa Indonesia saat ini, yaitu peredaran narkoba dan terorisme. Namun penyalahgunaan narkoba dianggap lebih berbahaya, sebab peredarannya sudah masuk keseluruh lapisan masyarakat, bahkan tak jarang disusupi dalam zat makanan.
Hal itu diungkapkan Penggiat anti narkoba dari Insano Indonesia Anti Narkoba, Sailendra Adi Sapta dalam sosialisasi Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) dengan Perkumpulan Boedak Saung, disalah satu hotel di Pandeglang, Kamis (16/3/2023).
Baca juga:
48.000 Warga Banten Terpapar Narkoba, Didominasi Usia Produktif
"Peredaran narkoba sudah ada di pintu sekolah, misalnya heximer, tramadol, ganja. Itu sudah masuk ke sarana pendidikan," katanya.
Sailendra menjelaskan, masifnya peredaran dan penyalahgunaan narkoba sudah mengganggu stabilitas keamanan negara. Di Kabupaten Pandeglang sendiri, tingkat penyalahgunaan barang haram tersebut telah sampai pada taraf yang mengkhawatirkan.
"Terungkapnya penyelundupan narkoba lebih dari 30 kilogram pada Maret tahun lalu, isyarat menjadikan perairan Pandeglang sebagai transit penyelundupan narkoba. Karena letaknya tidak jauh dari ibukota," ujat dia.
Baca juga:
Selundupkan Narkoba Lewat Anus, Napi Lapas Cilegon Ditangkap Polisi
Oleh sebab itu, dia menilai masalah narkoba tidak akan pernah selesai, tapi proses pemberantasannya harus terus dilakukan. Itu pun tidak cukup dilakukan oleh satu atau dua lembaga, kecuali seluruh masyarakat sudah sadar.
"Ini tentu harus menjadi perhatian, kita harus fokus berjuang bersama dalam rangka menekan peredaran narkoba agar tidak semakin berkembang," ucapnya.
Senada disampaikan Kabid Ketahanan Ekonomi Sosial Budaya Agama dan Ormas, Badan Kesbangpol Kabupaten Pandeglang, Mia Maulani Rizki. Sebagai bentuk kepedulian untuk menanggulangi masalah narkoba, Kesbangpol pun turut aktif menyosialisasikan P4GN.
Baca juga:
Terkait Narkoba, Polresta Tangerang Amankan Belasan Orang Periode Januari
"Namun saya berharap semangat itu dapat diaplikasikan pula oleh seluruh kalangan masyarakat, tak terkecuali ormas atau perkumpulan," katanya.
Ia meminta, informasi yang didapat dari sosialisasi P4GN disebarluaskan sehingga semakin banyak masyarakat yang peduli terhadap bahayanya narkotika dan obat-obatan terlarang. Sebab menurutnya, aktivis ormas punya posisi strategis dalam menangkis peredaran gelap narkoba karena meraka berada di tengah-tengah masyarakat.
"Diharapkan setelah kegiatan ini tujuan dari sosialisasi, bisa ikut dilakukan oleh masyarakat. Jadi bukan hanya dilakukan pemerintah. Mengingat pemberantasan penyalahgunaan narkotika merupakan tugas semua pihak," ucap Mia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....