Awal Tahun 2023, Kekerasan Perempuan dan Anak di Pandeglang Capai 26 Kasus

  • 15 Mar 2023 12:50 WIB
  •  Banten

KBRN, Pandeglang: Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Pandeglang pada awal tahun 2023, tercatat sebanyak 26 kasus. Dari puluhan kasus tersebut, terdiri atas kasus kekerasan seksual, Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), kekerasan fisik pada anak, Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT) dan hak asuh anak.

Kepala UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) pada Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Pandeglang, Mila Oktaviani menyebut, kasus di awal tahun 2023 ini terbilang signifikan dibanding tahun sebelumnya.

Baca juga:

Stakeholder Peduli Anak di Banten Sepakat Lindungi Anak dari Kekerasan

“Tahun lalu laporan dari bulan Januari hingga Desember 2022, hanya sebanyak 64 kasus kekerasan terhadap perempuan yang terjadi di Kabupaten Pandeglang,” katanya, Rabu (15/3/2023).

Mila menjelaskan, ada beberapa faktor yang mendorong tingginya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, diantaranya faktor lingkungan, rendahnya pendidikan agama, dan pengaruh dari gawai.

"Miris, mirisnya kenapa, bisa dari pola asuh orang tua, dari pendidikan agama yang kurang, lingkungan dan handphone," jelasnya.

Namun disisi lain, Mila menilai tingginya kasus tersebut karena masyarakat sudah melek hukum, sehingga memiliki kesadaran untuk melaporkan ke pihak berwajib. Apalagi saat ini penanganannya sudah terintegrasi antar Aparat Penegak Hukum (APH).

Baca juga:

Miris! Kasus Kekerasan Anak di Pandeglang Masih Tinggi

“Jadi masyarakat sudah mengerti hukum, pada saat ada korban mereka langsung membuat pelaporan, atau langsung lapor ke PPA. Kalau dulu mereka menganggapnya aib, kalau sekarang enggak, mereka sudah melek hukum," ucap dia.

Adapun untuk mencegah dan menekan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, pihaknya terus melakukan upaya preventif dengan mendorong laporan masyarakat ke instansinya.

“Sementara Langkah preventif yang dilakukan UPTD PPA Pandeglang untuk menekan angka kekerasan terhadap perempuan melalui sosialisasi ke Sekolah-sekolah," kata Mila.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....