Dari Ajakan Teman, Aida Tekuni Futsal hingga Berprestasi
- 05 Sep 2026 06:02 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Serang - Perjalanan Aida Nailaturrahmah menekuni futsal bermula dari ajakan teman ketika duduk di kelas satu SMA. Dari awalnya belum memiliki teknik dan belum lancar bermain, Aida terus mencoba hingga akhirnya menjadikan futsal sebagai bagian dari upayanya meraih prestasi.
Aida mengikuti futsal melalui kegiatan ekstrakurikuler sekolah sekaligus klub. Ketekunan dalam latihan kemudian membawanya mengikuti sejumlah kegiatan dan seleksi.
Salah satu pengalaman terakhir sebelum lulus SMA adalah mengikuti kegiatan di Jakarta bersama siswa SMA 1 Cikande yang dinilai rajin berlatih. “Jadi mulai saya ikut ekstrakurikuler futsal itu di kelas 1 SMA. Awalnya itu teman-teman mengajak untuk ikut ekstrakurikuler futsal,” ujar Aida dalam program Banten Menyapa RRI Banten, Jumat, 4 September 2026.
Dalam perjalanan tersebut, dukungan keluarga menjadi bagian penting. Aida mengaku pada awalnya orang tua belum mendukung pilihannya di dunia olahraga.
Orang tua menginginkan Aida masuk ke bidang perawatan. Namun, Aida berusaha menunjukkan keseriusannya dengan mengajak orang tua menyaksikan pertandingan yang diikutinya.
Menurut Aida, cara tersebut menjadi bagian dari upayanya memperlihatkan proses yang telah dijalani. Prestasi yang diraih bersama tim maupun secara pribadi kemudian membuat orang tua merasa bangga.
Salah satu pencapaian pribadi yang disebut Aida adalah menjadi top skor. Prestasi menjadi pengalaman yang memperlihatkan hasil dari latihan dan pertandingan.
Aida menilai prestasi dalam futsal tidak hanya bergantung pada kemampuan individu. Kerja sama tim menjadi strategi yang ia anggap penting.
Kekompakan dibangun melalui latihan konsisten agar strategi yang disiapkan dapat dijalankan bersama. Koordinasi dengan pelatih juga menjadi bagian dari proses untuk menjalankan strategi dan pola permainan.
Kesibukan membuat Aida harus membagi waktu antara olahraga dan pendidikan. Saat SMA, ia dapat langsung berlatih setelah sekolah, bahkan membawa perlengkapan futsal agar tidak perlu pulang terlebih dahulu.
Kini, sebagai mahasiswa semester pertama Ilmu Keolahragaan, ia menyesuaikan jadwal latihan dengan kegiatan kuliah. Latihan dilakukan sekitar tiga sampai empat kali dalam sepekan. “Strateginya yaitu bisa kerja sama sama tim, Kak,” kata Aida.
Ia berharap perjalanan di futsal dapat terus berkembang hingga mencapai target bermain bersama tim nasional. Bagi teman-teman yang ingin mengikuti jejaknya sebagai atlet, Aida menekankan pentingnya berani mencoba dan terus berlatih.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....