Aida Andalkan Kekompakan dan Kontrol Emosi saat Bertanding Futsal

  • 05 Sep 2026 06:00 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Serang - Atlet Futsal Putri Kabupaten Serang, Aida Nailaturrahmah, mengandalkan kekompakan, kemampuan membaca permainan, dan pengendalian emosi dalam menghadapi pertandingan. Pemain yang berposisi sebagai sayap kiri itu menyebut kerja sama tim menjadi salah satu kunci agar permainan tetap berjalan sesuai strategi.

Aida memiliki pengalaman menghadapi pertandingan yang menurutnya cukup sulit, salah satunya Bina Bangsa Cup 25. Saat itu, timnya hanya memiliki tujuh pemain, terdiri dari dua pemain cadangan, satu kiper, dan pemain lainnya.

Kondisi tersebut membuat tim mengalami kesulitan pada pertandingan awal. “Kita cuman ada tujuh orang saja, Kak. Cadangan dua kiper satu sama pemain satu,” ujarnya dalam program Banten Menyapa RRI Banten, Jumat, 4 September 2026.

Pada pertandingan awal, tim Aida hanya mampu mencetak satu gol. Setelah pertandingan, pelatih memberikan arahan dan mengatur kembali strategi untuk menghadapi babak berikutnya.

Evaluasi dilakukan melalui latihan dengan mengulang pola permainan dan memperbaiki strategi setelah mengalami kekalahan. Proses itu menjadi cara tim memperbaiki permainan.

Dalam membaca permainan lawan, Aida menyebut timnya memiliki cara memancing lawan keluar agar ruang permainan menjadi lebih luas. Pola tersebut dilakukan dengan memainkan bola dari area tertentu dan mengatur pergerakan pemain sehingga permainan dapat dikembangkan.

Menurutnya, membaca perkembangan lawan juga penting karena kemampuan setiap tim dapat berubah. Sebagai pemain sayap kiri, Aida mengutamakan gerakan mengecoh lawan, membalikkan badan, menjaga penguasaan bola, dan menendang menuju sasaran.

Ia mengaku lawan menjadi hal yang paling diwaspadai karena perkembangan kemampuan lawan tidak selalu dapat diketahui. Selain kemampuan teknis, pemain harus tetap menjalankan pola yang telah disiapkan bersama tim.

Pengendalian emosi juga menjadi perhatian. Aida pernah mengalami emosi ketika kesulitan mencetak gol. Pelatih mengingatkan agar pemain tidak terbawa emosi karena dapat mengacaukan strategi.

Kesalahan rekan juga harus dihadapi dengan menahan emosi agar permainan tidak kehilangan arah. “Jadi, kita mancing lawan untuk keluar. Karena biar lapangannya lebih luas, biar polanya juga lebih enak gitu,” katanya.

Aida berharap pengalaman latihan dan pertandingan dapat meningkatkan kemampuannya. Selain target, ia memiliki keinginan untuk bermain di tim nasional.

Ia menyadari target membutuhkan proses dan kesempatan. Latihan juga menjadi bagian penting dalam perjalanan prestasinya, termasuk kemampuan membaca situasi, menjaga kekompakan, dan mengendalikan emosi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....