French Bulldog hingga Shih Tzu Rentan Alergi Kulit

  • 19 Sep 2025 17:40 WIB
  •  Banten

KBRN, Serang: Seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan hewan peliharaan, muncul perhatian khusus terhadap tren genetik dan kerentanan alergi pada beberapa ras anjing populer. Dokter Hewan Yesi Pratiwi menjelaskan, kasus alergi kulit pada anjing semakin sering ditemui di klinik, terutama pada ras-ras tertentu yang memiliki faktor genetik bawaan.

“Sejumlah ras anjing seperti French Bulldog, Golden Retriever, Labrador, Poodle, hingga Shih Tzu tercatat lebih rentan mengalami alergi kulit. Kondisi ini umumnya diturunkan secara genetik, sehingga pemilik anjing perlu lebih waspada terhadap gejala awal," ujar Yesi, Jumat (19/9/2025).

Baca juga: Langkah Tepat Memandikan Anak Kucing dan Anjing

"Ras-ras tersebut memang memiliki predisposisi genetik, sehingga lebih mudah menunjukkan reaksi alergi bila terpapar pemicu dari lingkungan maupun makanan,” ucapnya.

Gejala alergi pada anjing biasanya ditandai dengan gatal berlebihan, kulit kemerahan, kerontokan bulu, hingga infeksi sekunder akibat garukan yang terus-menerus. Yesi menambahkan, daerah yang sering terkena adalah bagian tubuh dengan kulit tipis dan minim rambut, seperti dada, perut, telinga, dan sela-sela kaki.

Lebih lanjut, Yesi menekankan bahwa alergi pada anjing tidak bisa benar-benar sembuh, namun dapat dikendalikan. Faktor pemicu alergi sangat beragam, mulai dari debu rumah tangga, tungau pada karpet, serbuk sari, asap rokok, hingga kandungan protein tertentu pada makanan.

“Alergi sifatnya seumur hidup. Yang bisa kita lakukan adalah menjaga agar tidak kambuh dengan perawatan berkelanjutan dan pengendalian faktor pencetus,” kata Yesi.

Baca juga: Menopause Tak Terjadi pada Anjing Betina

Yesi menegaskan pentingnya perawatan menyeluruh bagi anjing dengan riwayat alergi, mulai dari menjaga kebersihan lingkungan, pemberian nutrisi khusus kulit, hingga terapi medis sesuai anjuran dokter hewan.

“Dengan pengelolaan yang tepat, kualitas hidup hewan tetap bisa baik meski memiliki genetik rentan alergi,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....