Jamur Bukan Satu-satunya Penyebab Gangguan Kulit Hewan
- 16 Sep 2025 15:46 WIB
- Banten
KBRN, Serang: Banyak pemilik hewan peliharaan masih salah kaprah mengira bahwa semua penyakit kulit pada anjing maupun kucing selalu disebabkan oleh jamur. Padahal, menurut dokter hewan, Yesi Pratiwi, penyebab gangguan kulit pada hewan peliharaan sangat beragam, mulai dari alergi, bakteri, parasit, hingga kondisi autoimun.
Keluhan yang paling sering dikeluhkan pemilik hewan biasanya berupa gatal-gatal, kemerahan pada kulit, bulu rontok, hingga munculnya ketombe. “Gejala-gejala tersebut kerap langsung dianggap sebagai tanda jamur, padahal bisa jadi dipicu faktor lain. Tidak semua penyakit kulit itu jamur. Bisa alergi, bisa bakteri, bisa parasit, dan lain-lain,” ujar Yesi, Selasa, (16/9/2025).
Lebih lanjut, Yesi menyebutkan bahwa alergi merupakan salah satu penyebab gangguan kulit pada anjing dan kucing. Alergi bisa dipicu oleh lingkungan, makanan, bahkan debu rumah tangga maupun asap rokok.
“Selain itu, penyakit kulit juga dapat dipengaruhi faktor hormonal dan autoimun, di mana sistem kekebalan tubuh menyerang kulit hewan itu sendiri,” kata Yesi.
Sementara itu, infeksi bakteri pada kulit hewan dikenal dengan istilah pioderma, yang terbagi menjadi infeksi permukaan, superfisial, hingga yang menyerang folikel rambut secara dalam. Adapun parasit seperti tungau juga bisa menimbulkan gatal hebat dan kerontokan bulu.
“Jadi sangat penting diagnosis ditegakkan oleh dokter hewan, bukan asumsi pemilik semata,” ucap Yesi.
Ia menambahkan, penanganan penyakit kulit pada hewan peliharaan harus dilakukan secara menyeluruh, baik melalui terapi dari dalam berupa obat dan nutrisi, maupun perawatan luar seperti sampo dan salep khusus. Dengan penanganan tepat, sebagian besar kasus dapat membaik dalam waktu dua minggu hingga satu bulan, meski alergi sendiri bersifat kronis dan membutuhkan perawatan jangka panjang.
Para pemilik hewan pun diimbau untuk tidak buru-buru mengganti makanan atau menggunakan obat sembarangan saat mendapati kulit hewan gatal atau kemerahan. “Jangan langsung menyimpulkan jamur. Segera bawa ke dokter hewan agar mendapat pemeriksaan dan terapi yang tepat,” ujar Yesi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....