Bahaya Self-Diagnose pada Hewan Peliharaan

  • 16 Jun 2025 19:10 WIB
  •  Banten

KBRN, Serang: Minimnya pemahaman pemilik hewan peliharaan terhadap kebutuhan dasar dan penanganan kesehatan hewan peliharaan masih menjadi persoalan serius.

Seorang dokter hewan, Nurma, menyoroti masih maraknya self-diagnose oleh pemilik hewan yang berujung pada perlakuan keliru dan bahkan membahayakan.

Salah satu kasus yang kerap ditemukan di lapangan adalah pemberian obat manusia seperti Paracetamol kepada hewan peliharaan yang demam.

“Banyak yang berpikir kasih Paracetamol ke hewan itu aman karena bisa nurunin demam, padahal itu berbahaya banget. Bisa merusak organ dalam mereka,” ujar Nurma, Senin (16/6/2025).

Selain itu, banyak pemilik hewan juga keliru dalam mengenali gejala penyakit kulit.

“Ketombean sedikit langsung bilang jamuran, terus beli obat semprot jamur di pet shop tanpa diagnosa. Padahal belum tentu jamur. Bisa saja alergi, kutu, atau bahkan hormonal,” kata Nurma.

Kemudian, Nurma menekankan pentingnya edukasi dan konsultasi langsung ke dokter hewan.

“Sekarang informasi sudah gampang, tapi bukan berarti semua yang kita baca di internet itu akurat. Edukasi yang benar tetap harus dari tenaga profesional,” ujarnya.

Edukasi pemilik adalah kunci untuk menciptakan lingkungan hidup yang lebih sehat bagi hewan peliharaan.

Konsultasi rutin, pemilihan makanan berbasis nutrisi yang tepat, serta tidak melakukan tindakan medis tanpa pengawasan ahli menjadi langkah utama untuk mencegah risiko kesehatan yang lebih besar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....