Gala Premiere Daan Mogot Angkat Sejarah Lengkong

  • 07 Okt 2026 05:50 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Serang - Film Daan Mogot: Tragedi Senja di Lengkong mengangkat kembali kisah perjuangan Mayor Daan Mogot dan peristiwa Lengkong melalui layar lebar. Film tersebut menggelar Gala Premiere di Museum Situs Kepurbakalaan Banten Lama, Sabtu, 3 Oktober 2026.

Pemilihan Museum Situs Kepurbakalaan Banten Lama sebagai lokasi pemutaran perdana memberikan makna tersendiri. Ruang yang memiliki nilai sejarah dan kebudayaan itu menjadi tempat pertemuan karya sinema dengan masyarakat sekaligus menghidupkan kembali perhatian terhadap sejarah lokal dan nasional.

Film ini mengisahkan Mayor Daan Mogot dan peristiwa yang berlangsung di Lengkong, Tangerang, pada masa perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Peristiwa tersebut melibatkan para pemuda dan anggota militer Indonesia dalam perjalanan perjuangan bangsa.

Sutradara Film Daan Mogot: Tragedi Senja di Lengkong, Darwin Mahesa, mengatakan film tersebut dibuat tidak hanya untuk menghadirkan cerita sejarah ke layar, tetapi juga mengajak generasi saat ini mengenal kembali peristiwa masa lalu.

“Melalui film ini, kami ingin menghadirkan kembali kisah Daan Mogot dan peristiwa Lengkong dengan pendekatan sinema yang dapat diterima oleh generasi sekarang. Harapannya, penonton tidak hanya melihat sebuah film, tetapi juga terdorong untuk mengenal, memahami, dan menghargai sejarah yang menjadi bagian dari perjalanan bangsa,” ujar Darwin kepada RRI, Selasa, 6 Oktober 2026.

Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Banten, Swedi Hananta, menilai film bertema sejarah dapat memperluas akses masyarakat terhadap pengetahuan sejarah dan kebudayaan. Menurutnya, karya sinema dapat menjadi bagian dari upaya menjaga ingatan kolektif terhadap berbagai peristiwa penting dalam perjalanan bangsa.

Gala Premiere tersebut juga menjadi ruang pertemuan bagi sineas, pelaku kebudayaan, komunitas, dan masyarakat untuk kembali membicarakan arti penting sejarah. Kehadiran film ini diharapkan membuat kisah perjuangan masa lalu tetap dikenal dan menjadi bagian dari percakapan generasi masa kini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....